Mei 13, 2026

Sasar Divisi Data, KPU Tomohon Gelar Rakorev Coklit Tahap Pertama

Tomohon, suluthebat.id – KPU Kota Tomohon melaksanakan rapat kordinasi evaluasi (Rakorev) pencocokan dan penelitian (Coklit) tahap pertama dan laporan penggunaan aplikasi e-coklit pada pemilihan serentak 2024, Jumat (05/06/2024).

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Tomohon Arinny Poli bersama Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Rojer Datu.

Hadir juga sebagai narasumber, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Handy Tumiwuda bersama Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadis Dukcapil) Kota Tomohon Albert Tulus.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, SDM, dan Partisipasi Masyarakat Rojer Datu saat membuka kegiatan mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk menindak lanjuti rapat evaluasi yang dilaksanakan oleh KPU Provinsi.

Sementara itu, Ketua Divisi Data Arinny Poli mengatakan kegiatan ini untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan Coklit yang sedang berlangsung saat ini.

“Forum ini digelar untuk memfasilitasi penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi di lapangan. Misalnya ada data kependudukan yang ganda, yang saat ini kami hadirkan operatornya sendiri, untuk langsung diselesaikan,” ujar Poli.

Ia mengatakan yang terundang dalam kegiatan ini adalah Kadiv Data KPU Tomohon, PPK divisi data, dan PPS divisi data bersama Pimpinan Bawaslu Pak Handy Tumiwuda.

Ia menjelaskan, kegiatan ini menghadirkan pimpinan bawaslu untuk memfasilitasi mengemukakan daftar inventarisir permasalahan yang ada di lapangan untuk diberitahukan kepada PPK dan PPS untuk diselesaikan.

“Kedepannya kami harapkan proses pencoklitan yang dilakukan secara manual dan e-coklit yang dilakukan oleh Pantarlih ini tidak bermasalah dan datanya bersih. Tapi yang pasti WNI yang sudah memenuhi syarat pasti terakomodir,” ucap Poli.

Selain itu, Ia menerangkan, sesuai jadwal tahapan, Coklit ini dilakukan selama 1 bulan, hingga tanggal 24 juli.

“Tapi saya menargetkan untuk di Tomohon, dua minggu pencoklitan. Dan 2 minggu selanjutnya akan dilakukan evaluasi pelaksanaan coklit. Hal itu, untuk mengingatkan lagi apakah ada yang belum terakomodir atau ada masyarakat yang belun ditemui,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, hasil Coklit yang dilakukan saat ini, sudah mencapai 88%. Ia pun mengatakan saat ini kendala-kendala yang ditemukan dilapangan begitu beragam.

“Kendala rata-rata adalah soal mobilitas pemilih. Saat ditemui yang bersangkutan sedang berada diluar atau sedang bekerja. Jadi dijadwalkan pencoklitan pada malam hari,” ujarnya.

“Jadi, kegiatan rakorev saat ini, dengan menghadirkan Bawaslu dan dukcapil merupakan langkah-langkah untuk mendorong pencapaian 100% pencoklitan,” tutupnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Tomohon Handy Tumiwuda mengatakan Coklit itu untuk menghasilkan data yang baik. Karena dari coklit ini merupakan data pemilih yang sangat penting.

Ia mengatakan, hal yang terpenting dalam pelaksanaan coklit ini adalah saling kordinasi antara petugas pantarlih, PPS, PPK dan PKD. Sehingga kendala-kendala yang ditemui dilapangan dapat dicarikan solusi. Jika pun didapatkan permasalahan, akan dilakukan saran perbaikan.

“Untuk itu, kehadiran Bawaslu di kegiatan ini, permasalahan-permasalahan yang ada, bisa kami koordinasikan bersama. Sehingga kalau kordinasi, kita pasti akan mendapat data yang akurat,” ujar Tumiwuda.

Pada pemaparanya, Ia mengatakan, tanggal 10 Juli nanti, Bawaslu akan melakukan uji petik, untuk turun ke lapangan kepada masyarakat untuk memastikan apakah sudah dilakukan coklit atau belum.

Dia mengatakan bagi petugas Coklit yang tidak menjalankan tugas sesuai prosedur akan dilakukan penindakan.

“Jika kedapatan, akan dilakukan lakukan penindakan. Penindakan itu tentu sesuai dengan prosedur,” ujar Pimpinan Bawaslu Kota Tomohon itu. (jud)