April 21, 2026

BNPT Gandeng Perempuan TOP Sulut Viralkan Perdamaian

MANADO, suluthebat.com – Untuk terus meminimalisir gerakan radikalisme di tanah air, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggandeng berbagai unsur perempuan di Sulawesi Utara dalam upaya menangkal beredarnya paham-paham negatif, utamanya terorisme di masyarakat. Hal itu diwujudkan dalam kegiatan bertajuk Perempuan TOP Viralkan Perdamaian yang digelar bersama Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Sulawesi Utara bersama Pemprov Sulut, di aula CJ Rantung, Rabu (27/7/2022) pagi hingga siang.

Sekretaris FKPT Sulut, dr. Makmun Djaafara, dalam laporannya mengungkan kegiatan ini diikuti berbagai unsure perempuan di Sulawesi Utara mulai ormas adat, keagamaan, pendidikan, profesi hingga kalangan pemerintahan. “Di sini ada lurah perempuan yang jadi peserta serta mereka yang bergelut di profesi lain,” ujarnya. Kegiatan ini melibatkan beberapa pakar dari Jakarta maupun Sulut sendiri sebagai pemateri. TOP itu sendiri, kata dia, merupakan kepanjangan dari Tangguh, Optimis dan Pintar.

Sementara Ketua FKPT Sulut, Max Surya Togas, SH, kepada wartawan menjelaskan dilibatkannya kaum perempuan dalam upaya menanggulangi radikalisme melalui aktivitas terorisme merupakan upaya FKPT yang merupakan perpanjangan tangan BNPT di daerah dalam memerangi terorisme di tanah air. “Dalam hal ini, posisi kaum perempuan, utamanya para ibu sangatlah sentral, karena mereka dapat memantau perilaku suami maupun anak-anaknya,” papar Togas yang juga salah satu pimpinan di ormas adat Brigade Manguni Indonesia (BMI) itu.

Menurut dia, kaum perempuan di Sulawesi Utara, dari latar belakang apa saja, sejak dahulu sudah dikenal ketangguhan, keyakinan (optimisme) dan kepintarannya. Namun demikian, tambah salah satu pentolan Jejaring Panca Mandala Mapalus (JPM2) Sulut yang menjalin kerjasama dengan Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (BPIP) itu, tetap diperlukan langkah-langkah strategis dan terarah dalam menangkal terosrisme. FKPT sendiri dalam kegiatannya terus menjalin kerjasama dengan lembaga pemerintah maupun dunia usaha.

Koordinator Data dan Pelaporan BNPT, M. Chairil, SH, MH dalam sambutan maupun materinya mengungkapkan gerakan radikalisme dengan cara-cara terorisme kini makin beragam menyasar berbagai kalangan, sehingga diperlukan upaya yang lebih lagi dalam upaya membendung gerakan itu.

BNPT, kata pria yang menyunting putri Minut itu, terus melakukan upaya-upaya deredakalisasi dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. “Karena cara-cara para penganut paham menyimpang itu juga dilakukan dengan macam-macam gaya, mulai yang soft sampai yang terang-terangan. Di tempat-tempat yang kasat mata maupun yang terselubung. Tapi, semua gerakan itu bisa kita endus dan patahkan,” tuturnya.

Sedangkan Asisten Administrasi Pemprov Sulut, Asiaano Gammy Kawatu, SE, MSi yang membuka acara ini atas nama gubernur, menekankan pengarahannya pada upaya meningkatkan kesenjangan ekonomi kaum perempuan dalam upaya menangkal godaan para penganut paham sesat itu. Pemerintah Provinsi, kata dia, memiliki beberapa organisasi perangkat daerah yang dapat dilibatkan lembaga lainnya dalam upaya memberantas terorisme di Indonesia melalui kegiatan pemberdayaan maupun peningkatan pemahaman.(dki)