Juni 20, 2026

Bahas Isu-isu Hangat, SulutHebatTV Luncurkan Manado Editors Club

MANADO, suluthebat.com – Meski baru beberapa hari mengudara, SulutHebatTv (SHTV) langsung menggebrak dengan meluncurkan program acara   “Manado Editors Club” yang perdananya disiarkan Jumat (25/06/21) malam. Menghadirkan praktisi hukum senior, Johanes Juman Budiman dan juga Ketua Umum Solidaritas Lingkungan Independent  (Solid), Eka Tindangen, sebagai narasumber.

Dipandu moderator, Harris Vandersloot, dan host, Putria Rompas,  program perdana Manado Editors Club (MEC) ini mendapat sambutan hangat pemirsa dan warganet. Sebagai  acara yang membahas isu-isu menarik dan hangat di Sulawesi Utara,  program ini memang digagas sebagai forum untuk membantu pemerintah dalam membangun Sulawesi Utara yang lebih baik.

“Kami berharap, para jurnalis yang berdiskusi dengan panelis atau narasumber, tidak hanya mengkritik suatu kebijakan, namun juga mampu memberikan solusi agar pemerintah memiliki banyak pilihan dalam membuat suatu kebijakan pembangunan. Dan yang paling penting adalah, bagaimana rakyat lebih sejahtera lagi,” terang Harris Vandersloot, salah satu jurnalis televisi handal yang sudah punya pengalaman di bidang ini.

Launching MEC inipun langsung direspon poitif.  Eka sebagai ketua Solid, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Sulut serta Ketua Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Sulawesi Utara menyatakan MEC sangat baik sebagai wadah aspirasi masyarakat dan juga menyampaikan informasi dan isu-isu yang ada di masyarakat.

Sedangkan advokat senior, Johanes Juman Budiman, memberikan apresiasi yang tinggi sambil berharap SHTV menyajikan agenda berbeda dalam setiap episodenya. “Jika mau membahas isu tambang di Sangihe, saya sudah sangat siap. Mari kita bicara data, baik secara hukum ataupun kajian lainnya. Yang ada pada saya sudah sangat lengkap,”paparnya.

Erwin Salangka, salah seorang penanggap dalam diskusi ini berkeyakinan MEC dapat menjadi forum yang mendedikasikan  pemikirannya bagi pengambil keputusan maupun masyarakat kecil yang mencari keadilan.  Demikian juga disampaikan pemerihati masalah social kemasyarakatan, Roy Narande.(vln)