Februari 19, 2026

Sudah Makan Korban, Kasus Panah Wayer di Tumani Utara Masih Mandek.! Polisi Diminta Bertindak Tegas

(Foto Ilustrasi)

Minsel, suluthebat.id – Kasus panah wayer di Tumani Utara, Kecamatan Maesaan mulai kembali menjadi perbincangan di tengah masyarakat setelah satu bulan berlalu tanpa kejelasan penangkapan pelaku kekerasan yang melukai seorang warga. Warga mendesak pihak kepolisian terlebih Polsek Tompaso baru yang menangani kasus ini untuk segera bertindak tegas.

Peristiwa penyerangan terjadi pada Kamis malam, 19 Juni 2025, sekitar pukul 23:30 WITA, saat sekelompok anak muda dari Desa Tumani Selatan menyerbu salah satu rumah di Desa Tumani Utara. Aksi brutal itu menyebabkan FL menjadi korban luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit Prof Kandouw Malalayang dan sempat menciptakan ketegangan antar desa yang hingga kini belum reda.

Meski para pelaku disebut-sebut telah teridentifikasi, namun nampak aparat penegak hukum belum melakukan upaya penangkapan. Kondisi ini mulai memicu keresahan masyarakat.

“Kami mencintai damai, tapi ini soal keadilan! Jangan sampai karena kelalaian aparat, suasana kondusif berubah jadi konflik terbuka, sesuatu yang kami para orang tua tidak inginkan terjadi,” tegas Doly Momongan, salah satu tokoh masyarakat, Jumat (18/7/2025).

Ia menegaskan, masyarakat Tumani Raya sejak dulu hidup dalam kebersamaan, dan hanya terpisah secara administratif. Namun, ulah segelintir anak muda kini mengancam kerukunan yang telah terjalin lama.

Masyarakat menghargai kerja polisi, tapi juga kecewa karena pelaku belum juga ditangkap, padahal berdasarkan informasi dari berbagai sumber, semua yang terlibat dalam penyerangan tersebut sudah teridentifikasi.

Hal itu menimbulkan kekhawatiran warga, karena jika pelaku tidak segera diamankan, ketegangan sosial tidak mereda bahkan bisa saja meningkat dan menimbulkan konflik lanjutan. Kepercayaan terhadap aparat hukum pun terancam luntur.

“Kami hanya meminta ketegasan, adil, dan reaksi cepat. Ini bukan sekadar untuk menghukum pelaku, tapi demi menjaga perdamaian dan mencegah perpecahan antar kampung yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Masyarakat kini menanti langkah tegas aparat kepolisian. Mereka tak ingin tragedi ini dibiarkan berlarut-larut dan menjadi bara dalam sekam yang merusak kerukunan antar masyarakat.

Sementara itu, Hukum Tua Tumani Utara, aparat desa dan para tokoh masyarakat terus memberikan himbauan kepada masyarakat, terlebih para anak muda untuk tetap menahan diri dan jangan terpancing emosi, juga sampai saat ini masih menunggu tindakan tegas aparat hukum. (Pro)