Mei 27, 2026

STT Parakletos Peduli Lingkungan, Kenalkan Pemanfaatan Eco Enzime

Sosialisasi mengenal pengunaan manfaat eco enzym.

Tomohon, suluthebat.com – Sekolah Tinggi Teologi (STT) Parakletos Tomohon Yayasan Wale Matuari ne Tu’a peduli lingkungan dan menyelenggarakan sosialisasi mengenal pengunaan manfaat eco enzym dari Staf khusus Bidang Lingkungan Hidup Kota Tomohon, Rabu (30/8/2023).

Limbah organik rumah tangga masih menjadi masalah lingkungan. Dari permasalahan tersebut, kegiatan bertempat di halaman kampus mahasiswa di perkenalkan eco enzym sebagai salah satu alternatif solusi yang ramah lingkungan.

Diketahui, Eco enzym merupakan larutan fermentasi yang terbuat dari bahan-bahan alami, seperti kulit buah, sayur, dan limbah organik lainnya. Karena proses pembuatan yang mudah serta manfaat yang beragam.

Jemmy Makasala Pantolaeng Staf khusus Walikota Tomohon Bidang Lingkungan Hidup menjelaskan pembuatan eco enzyme. Ia mengatakan bahan bahan yang akan dipakai seperti kulit jeruk, gula merah, dan air.

Bahan-bahan tersebut dimasukkan ke dalam botol plastik, ditutup, lalu ditunggu hingga masa panen selama kurang lebih 3 bulan.

Kata Pantolaeng, Eco enzym mempunyai berbagai kegunaan. 1 liter air dicampur 1 mililiter eco enzym dapat menjadi pupuk, sedangkan 1 ember air dicampur 1 tutup botol eco enzym dapat menjadi pembersih lantai. Tuangkan eco enzyme tanpa air ke dalam toilet, maka dapat berfungsi sebagai cairan pembersih.

“Eco enzym manfaatnya banyak. Bisa untuk pupuk semprot, pembersih lantai, dan lainnya,” ungkap Pantolaeng.

Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari Ketua Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon, Max Ray Wondal, M.Th.

“Ternyata eco enzym dapat menjadi salah satu cara yang efektif dalam menangani sampah organik selain dari cara tradisional seperti pembakaran. Sangat berguna, ternyata bisa dimanfaatkan jadi pupuk untuk tanaman,” ujar Wondal. (Vidi)