SaRon: Modoinding Tanah Yang Kaya, Pemerintah Harus Berikan Perhatian Besar

Minsel, suluthebat.com – Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) merupakan daerah penghasil sayur mayur terbesar di Sulawesi Utara (Sulut), bahkan daerah ini sering disebut dapur Indonesia Timur. Masyarakat yang berada di daerah yang memiliki udara sejuk dan tanah yang subur ini setiap tahun melaksanakan agenda rutin Modoinding Potato Festival (MPF).
Kali ini kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Jemaat GMIM Eben Heser Kakenturan, Kecamatan Modoinding yang dihadiri oleh masyarakat setempat, bahkan tidak sedikit juga masyarakat yang datang dari luar Kecamatan Modoinding untuk menyaksikan parade kendaraan hias dan berebut kentang untuk dibawa pulang ke rumah.
Ketua Komisi II DPRD Sulut Sandra Rondonuwu S,Th SH saat menghadiri kegiatan tersebut mengatakan dirinya bangga akan antusias masyarakat Kecamatan Modoinding dan jemaat GMIM Kakenturan yang telah menyelenggarakan kegiatan yang meriah ini.
Dijelaskannya, Festival Kentang Modoinding ini adalah festival yang murni merupakan inisiatif dari masyarakat. Karena adanya kekayaan hasil dari pertanian hortikultura di Modoinding sehingga masyarakat dan gereja secara mapalus menyelenggarakan festival ini.
“Tentunya kegiatan ini memberikan makna bahwa modoinding adalah tanah yang sangat kaya dengan potensi alamnya yakni hortikultura, sehingga pemerintah harus memberikan perhatian yang sangat besar dan significant,” kata anggota dewan provinsi yang akrab disapa Saron kepada media ini, Sabtu (21/10/2023).
Lebih lanjut diungkapkan Rondonuwu, dengan adanya pelabuhan amurang, dilihat dari strategi Sistem Logistik Nasional (SISLOGNAS) sebenarnya adalah peluang bagi masyarakat Modoinding untuk berkembang lebih hebat, karena pemasaran nya bisa memanfaatkan jalur pelabuhan amurang, baik ke wilayah Kalimantan dan wilayah jalur yang masuk dalam SISLOGNAS.
“Bagi saya ini juga merupakan budaya mapalus maupun budaya petani yang luar biasa dalam mengusahakan pertanian demi kelangsungan kehidupan masyarakatnya,” pungkas Saron.
Ribuan warga baik pengunjung dan warga setempat sangat antusias menikmati festival kentang ini. Diakhir parade, warga khususnya pengunjung dibiarkan untuk mengambil semua komoditi yang dipajang di kendaraan hias, tak hanya itu, berbagai komoditi dibiarkan pihak panitia untuk diperebutkan pengunjung. Wargapun berebutan sambil mengumpulkan semua bahan yang didapat untuk dibawa pulang. (Pro)
