PRPHKI Juga Sebut Perwira Polisi di Kasus Briptu Christy
JAKARTA, suluthebat.com – Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, menilai kasus Polwan Briptu Christy yang sempat menghilang beberapa waktu, terlalu dibesar-besarkan. Pakar hukum tata negara itu menduga ada orang-orang berotoritas yang memiliki kepentingan dalam kasus polwan cantik itu.
“Tidak mungkin apabila tidak ada hubungan dengan para petinggi lainnya, sehingga kasus Christy sampai viral,” kata Saiful Anam. Oleh karena itu, katanya, bisa jadi benar ada pihak yang ingin membesar-besarkan kasus tersebut. “Apalagi, diduga berdasarkan pemberitaan di banyak media, Christy memiliki hubungan dengan perwira polisi,” ujar Saiful.
Menurut Saiful, bila benar kasus Briptu Christy ada kaitan dengan perwira Polri, masalahnya harus dibuka kepada publik. “Kalau memang ada yang sengaja membesar-besarkan kasus ini, bahkan ada kaitan dengan perwira Polri, maka saya kira harus dibuka dan diekspos seluas-luasnya kepada publik sehingga masyarakat jadi mengerti apa yang sesungguhnya terjadi,” tutur Saiful.
Saiful menduga ada pihak-pihak yang memiliki kepentingan dalam kasus tersebut. “Mestinya kalau memang ada indikasi hubungan Briptu Christy dengan pihak-pihak petinggi Polri harus dilakukan pemeriksaan, sehingga kasus ini menjadi terang apa dan bagaimana motifnya,” kata Saiful seperti dikutip dari JPNN.com.
Saiful menilai kasus Briptu Christy telah mencoreng nama baik Polri. “Kasus ini makin mencoreng citra Polri yang selama ini mulai melakukan pembenahan-pembenahan,” ujarnya Karena itu, dia berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersikap tegas dalam kasus ini. “Jadi informasinya tidak liar dan menyebabkan kebingungan publik,” ujar Saiful.
Briptu Christy adalah polwan yang bertugas di Polresta Manado, Sulawesi Utara. Oknum polwan itu dikabarkan menghilang dan kemudian informasi ini viral di media sosial. Briptu Christy yang sempat menjadi buronan itu akhirnya ditangkap tim Polda Metro Jaya di salah satu hotel, kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Rabu (9/2). Lalu. (*)
