April 29, 2026

Makase Park : Paduan Wisata-Teknologi & Budaya Lokal Disambut Antusias UMKM di Sulut

MANADO, suluthebat.com – UMKM Gathering yang digelar PT Manguni Karya Sejati, pengelola Kawasan Makase Park di Maumbi, Kabupaten Minahasa Utara, ternyata menarik minat para pelaku usaha di Manado, Minahasa, Tomohon, Minsel dan beberapa daerah lainnya di Sulawesi Utara.

Pertemuan yang khusus dilaksanakan bagi pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM), pekan lalu itu,  memang sengaja diselenggarakan di kawasan pariwisata terpadu tersebut. Selain memaparkan konsep yang dibangun di pinggiran Jalan Soekarno ini kepada para pebisnis, juga diberi dikesempatan melihat laangsung lokasi-lokasi yang ditawarkan.

Michael Bintang, Direktur Pemasaran PT Manguni Karya Sejati, mengungkapkan Makase Park yang sedang dalam tahap penyelesaian pembangunan itu dibangun di areal seluas 4,3 hektare, mengangkat konsep Pariwisata berbasis teknologi dan budaya dengan mengedepankan kearifan budaya yang ada di Bumi Nyiur Melambai.

“Perpaduan antara sentuhan teknologi dan unsur kearifan budaya lokal Bumi Nyiur Melambai  inilah yang jadi modal dasar Makase Park. Sepertinya, yang model begini belum ada di Kawasan Timur Indonesia,” ujar Komisaris Utama Makase Park, Wens Boyangan. Dia mengatakan wisata yang ditawarkan tidak bersifat konvensional, namun ada unsur teknologinya dengan tetap mengedepankan kearifan budaya yang ada di Bumi Nyiur Melambai. “Yang ingin tau seperti apa, datang saja,” tukasnya

“Ini mirip-mirip Dufan di Jakarta atau Water Boom di Bali, tapi yang ada di Makase Park ini lain dari pada yang lain, baik fasilitas maupun material yang digunakan,” ujar lelaki yang sudah berpengalaman di dunia bisnis ini sambil memaparkan beberapa fasilitas yang memang dikhususkan bagi pelaku UMKM.

Bersama Dirut, Abraham Rondonuwu, dia kemudian menegaskan konsep kerja sama yang ditawarkan Makase Park akan sangat menguntungkan para pelaku usaha yang membuka bisnisnya di kawasan ini. “Makase Park itu tidak ada tutupnya, buka selama 24 jam penuh, sehingga bapak ibu yang berbisnis di sini bisa membayangkan seperti apa keuntungan yang akan diperoleh,” katanya sambil tersenyum.

Makase Park sendiri dibangun, tak jauh dari Bandara Sam Ratulangi dan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat dari Manado, Bitung, Tomohon hingga Tondano melalui jalur jalan SBY dan Soekarno, Manado Interchange hingga tol Manado-Bitung.

Antusiasme pengunjung gathering merespon tawaran tersebut dengan mendaftarkan diri mereka sebagai pengelola resto dan lapak yang disediakan Makase Park. “Kita masih member kesempatan kepada yang lain di hari Rabu lusa. Tapi ingat, unitnya terbatas, siapa cepat dia dapat,” ungkap Dirut Makase Park, Abraham Rondonuwu seraya tersenyum simpul.

Staf Khusus Bupati Minut Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Trius Abas, menyambut gembira terobosan yang dilakukan anak-anak muda Sulut ini. “Ini menjadi bukti bahwa para pemuda kita tidak kalah kreatif dengan yang ada di daerah lain. Pak Wens (Wens Boyangan, Komisaris Utama, Pak Abraham dan Pak Michael ini adalah talenta-talenta berbakat yang menjadi asset daerah. Untuk itu, dia berharap dunia usaha di daerah ini bisa memanfaatkan apa yang ditawarkan Makase Park. Dia meyakni Makase Park bukan saja menjadi tonggak sejarah bagi pariwisata di Minahasa Utara, namun juga Sulut bahkan Indonesia Timur. (dki)