Pendapatan Menurun, Ibu Penjual Sayur Ini, Tetap Berjualan Demi Menyekolahkan Anak
MANADO, suluthebat.com – Ditengah pendemi Covid -19 yang semakin hari semakin meningkat angka pertumbuhannya di Indonesia, membuat para pedagang banyak mengeluhkan soal pendapatan yang cenderung menurun dan juga harga sayuran meningkat yang mengakibatkan sepi pembeli.
Salah satunya penjual sayuran di Pasar Bersih Hati, Manado Ibu Silce Sondakh mengatakan, untuk saat ini harga-harga sayuran dan buah-buahan semuanya meningkat hal ini juga yang menyebabkan menurunnya niat pembeli.
“Harga sayuran dan buah-buhaan saat ini naik, seperti pisang Goroho, Pisang Sepatu, pisang Gapi sebelum pandemi ini bisa di jual dengan harga 5000 ribu saat ini sudah Rp 10.000, menjadi pengaruh sepinya pembeli,” ujarnya, (24/6)
Terkait dengan sepinya pembeli yang di keluhkan oleh ibu since, ia merasa tidak keberatan untuk membayar retribusi pasar yang di tagih oleh petugas pasar.
“Kalau untuk retribusi pasar saya tidak merasa keberatan meskipun harus membayar Rp 30.000/hari,” terangnya.
Ibu Silce mengatakan, ia memiliki tanggungan untuk menyekolahkan anak-anak nya, hal ini yang menjadi kehawatirannya mengenai keadaan pandemic Covid-19 yang belum kunjung usai mengakibatkan pasar dan pembeli yang semakin sepi.
“Apalagi saat ini saya menyekolahkan dua anak dan hasil penjualan mengurang, tidak seperti tahun lalu,” keluhnya.
Meskipun keadaan pandemi covid-19 ini belum berakhir tidak menyurutkan semangat ibu silce dalam berusahan berjualan demi menyekolahkan kedua anaknya, dan harapan beliau tentu saja agar keadaan sekarang kembali normal.
“Saya tetap berusaha, dan meminta kedaan kembali normal seperti biasa” tuturnya.
Para pedagang umumnya berharap untuk kedepannya keadaan pasar kembali normal dan pemerintah dapat segera menuntaskan kasus Covid-19 agar dapat meningkatkan daya beli masyarakat sehingga dapat pula mengembalikan aktivitas transaksi jual-beli seperti dahulu dan keadaan ekonomi para pedagang pulih kembali. Karena Tidak dapat dipungkiri bahwa memang sekarang hampir semua pedagang merasakan sulitnya mencari uang dari berjualan di pasar tradisonal. (val)
