Mei 31, 2026

Benteng Moraya, Spot Wisata Eksotis Bernilai Sejarah di Minahasa

Minahasa, suluthebat.com – Monumen Benteng Moraya, salah satu spot wisata eksotis di Kelurahan Roong, Tondano Barat, Kabupaten Minahasa.

Wisatawan yang bekunjung ke situs Benteng Moraya, akan disambut oleh penerima tamu yang memakai pakaian tari kabasaran.

Persis di depan lokasi destinasi wisata tersebut, terpampang tulisan Benteng Moraya.

Baca Juga : Kembangkan Sektor Pariwisata di Minahasa Utara, Bupati JG Lantik Pengurus BPPD.

Monumen Benteng Moraya adalah benteng pertahanan yang duluhnya terbuat dari kayu berukuran besar.

Benteng ini merupakan situs sejarah yang dibangun saat perang Tondano sekitar tahun 1600-1800 Masehi.

Saat itu, masyarakat Minahasa berperang melawan Company Belanda.

Hesky Pangaila, wisatawan lokal yang ditemui Sulut Hebat.Com di Monumen Benteng Moraya mengaku sangat terkesan dengan obyek wisata sejarah tersebut.

Monumen Benteng Moraya, kata Hesky, menyimpan banyak hal yang menyenangkan dan kaya dengan nilai-nilai sejarah.

“Artinya kamu bisa berwisata sembari menambah wawasan,” ujarnya.

Di lokasi Benteng Moraya terdapat sejumlah spot menarik. Di pintu gerbang kita akan menjumpai pilar-pilar berukuran besar.

Pilar-pilar itu berjejer enam di sebelah kiri dan enam lagi di sebelah kanan dengan ornamen yang menarasikan sejarah perjuangan masyarakat Minahasa saat perang Tondano.

Saat memasuki bagian depan nampak menara yang berdiri kokoh. Tinggi menara diperkirakan 20-30 meter.

Masuk ke bagian dalam, ada aula besar untuk atraksi seni budaya setempat.

Selain itu, ada bangunan amphiteater di mana pada dinding bangunan tercantum ribuan nama marga masyarakat Minahasa.

Baca Juga : Penerbangan Manado-Jepang, Gubernur Olly : Mari Matangkan Paket Pariwisata Kita.

Menariknya lagi, ada jembatan dan dari jembatan ini wisatawan bisa melihat keindahan alam Tondano seperti persawahan dan pengunungam yang asri. (Vidi)