Juni 17, 2026

Minut Ajak Warga Sulut Dukung Youtube Desa Budo di Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022  

0

AIRMADIDI, suluthebat.com – Desa Budo di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), menjadi satu-satunya desa/kelurahan di Sulawesi Utara yang menjadi kandidat terkuat dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia Minut Ajak Warga Sulut Dukung Youtube Desa Budo Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Untuk itu, Minut mengajak seluruh warga Sulut mendukung tayangan mengenai desa ini di kanal youtube Kemenparekraf.

Kepala Dinas Pariwisata Minut, Femmy Pangkerego mengatakan saat ini, ADWI 2022 sudah masuk dalam penilaian 50 besar dan Desa Wisata Budo menjadi satu-satunya wakil Sulut di ajang bergengsi itu, sehingga  masyarakat daerah ini patut berbangga dan mendukung penuh dengan mengklik “suka” atau membagikan tayangan tentang Desa Budo di kanal tersebut.

Persiapan Desa Wisata Budo untuk penghargaan ini sudah dimulai sejak ADWI 2021, namuni tahun ini persiapannya agak berbeda. “Untuk 2022 ini dokumennya lebih banyak. Sebelumnya, Desa Wisata Budo hanya masuk 300 besar, dan tahun ini lebih bersyukur dan kaget karena bisa sampai 50 besar dan satu-satunya dari Sulawesi Utara,” ujar Femmy.

Dari deskripsi kanal youtube Kemenparekraf per tanggal 24 Oktober, tayangan Desa Wisata Budo sudah disukai (like) 29 ribu orang dalam 28.455 kali tayangan. “Ini sesuatu yang sangat membanggakan, namun kami berharap masyarakat Sulut terus memberikan dukungan,” tambahnya.

Dalam ADWI 2022 ini Desa Wisata Budo ikut dalam tujuh katagori yakni Homestay, Toilet Umum, Daya Tarik Wisata, Digital dan Kreatif, Kelembagaan Desa, CHSE, dan Suvenir. Malam puncak ADWI 2022 sendiri akan digelar 30 Oktober 2022 besok. Antusias masyarakat menunggu pengumuman pemenang ADWI sangat besar. Desa Wisata Budo akan menggelar acara  nonton bareng pada Malam Puncak ADWI 2022, Minggu besok dan rencananya akan digelar di Jaga 1, Desa Budo.

Dikutip dari jadesta.kemenparekraf.go.id, zaman dulu, Desa Budo berupa hutan. Suatu ketika datang dua orang suami istri yang berarsal dari Suku Kaili, Sulawesi Tengah, mereka memiliki seorang anak perempuan yang berkulit putih yang berambut pirang yang diberi nama Budo, sejak itulah nama Desa Budo diambil dari anak permpuan ini.

Awalnya Desa Budo bagian Desa Darunu tapi pada 1950 karena warga perkampungan mulai bertumbuh dan mulai hidup mandiri, oleh  Yohanis Pinamangung dan beberapa warga berjuang memekarkan  perkampungan ini dari desa Darunu dengan tujuan untuk berdiri sendiri.

Desa Budo memiliki banyak kekayaan alam misalnya gunung Dapi-Dapi yang dipenuhi tanaman kelapa, cengkeh, pala, pisang dan juga woka serta tanaman herbal lainnya. Pemandangan di bukit ini sangat indah. Wisatawan bisa langsung melihat Sunrise dan Sunset dari ketinggian sekitar 300 meter dari permukaan laut. Pemerintah desa sudah membuka Gunung Dapi-Dapi sebagai Destinasi Atraksi Wisata Tracking bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang dipandu guide lokal. Keunikan lainnya, Desa Budo memiliki Tanaman Woka yang sudah menjadi ikon desa ini. Tak hanya gunung Dapi Dapi, Desa Budo juga penya gunung lain yang bernama Piring yang selain indah, juga menjadi sumber air bersih desa.

Dan jika berbicara laut, Desa Budo juga memilki banyak spot yang tidak kalah indah dengan Taman Laut yang ada di Sulawesi Utara, di mana ada banyak spesies yang sangat diminatbawah air mancanegara, sepert Pygmy Seahorse. Hewan kecil indah bernama latin Hippocampus bergibanti ini memilki ukuran sekitar  2 cm, dan tidak semua taman laut memlkinya. Ada dua varian warna bergibanti pygmy seahorse yaitu abu-abu dengan tuberkel merah dan kuning dengan tuberkel oranye.

Masih banyak lagi kekayaan biota laut Desa Budo yang dapat dieksplor para pecinta dive seperti  Nudebranchia atau Siput Air, Forg Fish atau Ikan Katak, Lion Fish, Octopus, Crocodile Fish, Squid, Crab, Stargeizer Fish, Blue Ring Octopus, Mandarin Fish, Yellow Crab, Nudebrachia dan Green Sheahorse.

Desa inipun memiliki hutan bakau yang sangat luas. Jenisnya pun beragam. Ada mangrove merah, api – api hitam, bakau kurap, Avicennia Lanata, Avecennia Marina, Acrostichum Aureum, Kandelia Candel, dan Kandelia Obevata.

Dan jika bicara seni dan budaya, Desa Budo memilki seni tari Masamper, Pato-pato dan musik traditional Gitar Mama, yang sering dipakai ketua ada penyambutan tamu, atau acara-acara dari Dinas. Desa ini pun rutin menggelar pesta adat Tulude setiap tahunnya. Karena itu, tidak ada alasan bagi kita warga Sulawesi Utara untuk tidak mendukung Desa Wisata Budo agar keluar sebagai pemenang ADWI 2022.(deky geruh, dari berbagi sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *