April 29, 2026

MEWABAHNYA COVID-19, KAK SETO KATAKAN KURIKULUM DARURAT BAGI ANAK SEKOLAH

 MANADO, suluthebat.com– Banyaknya anak yang tidak efektif mengencap pendidikan karena adanya wabah Covid-19, tidak terkecuali Indonesia yang turut terkena imbas dari virus yang belum ada vaksinnya ini. Pemerintah sendiri menganjurkan bagi anak sekolah untuk melakukan kurikulum pendidikan secara online.

Pemerhati anak yang  juga Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau yang sering dipanggil Kak Seto mengatakan, keterbatasan fasilitas pendukung hingga ketidaksiapan siswa belajar di rumah, membuat sistem itu belum efektif.

“Keadaan yang mengakibatkan capaian akademik siswa tertinggal, namun sekarang bukanlah memaksakan kurikulum pendidikan, karena sekarang ini adalah kurikulum darurat dan yang perlu bagi generasi penerus bangsa saat ini, adalah kurikulum menghadapi hidup, dan diserahkan kepada orang tua ataupun lingkungan masing-masing.” ujar Kak Seto.

Seto mengatakan, masih banyaknya anak/siswa yang orang tuannya tidak mampu untuk membeli hp android/laptop bahkan ada daerah yang belum ada aliran listrik sehingga perlu perhatian pemerintah pusat maupun daerah terkait hal itu.

”Sudah berjalan 3 bulan pendidikan bagi anak nyaris tidak efektif, dan tentunya berakibat kurangnya pasokan ilmu bagi penerus bangsa, anak Indonesia tidak boleh diam, dengan bimbingan orang tua, anak bisa melakukan hal yang kreatif, seperti membuat lagu, puisi, membuat kue dan sebagainya, dan jangan ada penekenan pada kurikulum normal, karena situasinya darurat.”tutur suhu pelukis bagi anak ini.

Tidak tahu kapan virus ini berakhir, Kak Seto mengungkapkan, misalnya tahun depan semua anak yang bersekolah naik kelas, pada intinya jangan membuat anak menjadi stress sehingga menjadikan sosok anak yang kontraprodukfit.

“Jangan membuat anak dipaksakan untuk mengikuti kurikulum normal, karena berlatar keadaan sekarang ini.” ungkapnya.

Sementara itu Ketua LPAI Sulut Adv. E.K. Tindangen, SH, CPrM, CPCLE mengatakan, LPAI Sulut bergandengan dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang di Ketuai Pdt. Lucky Rumopa, STh, membentuk Satgas Perlidnungan Anak Sekolah (SPAS), adapun tujuannya memberikan edukasi pada masa covid-19 ini, serta memberikan perlindungan bagi anak, baik di dalam maupun di luar sekolah.

”Satgas SPAS ini, dipimpin oleh ketua Osis masing-masing sekolah, dan terkoneneksi dengan pihak Kepolisian, Kejaksaan dan dinas terkait,” terang Tindangen.  (aji)