April 21, 2026

Lahir Tepat Saat Sukarno Membacakan Proklamasi Kemerdekaan, Oma Agustin Diberi Penghargaan

Wali Kota Tomohon Caroll Senduk menyerahkan penghargaan kepada Oma Agustin Pitoy, warga istimewa Kota Tomohon.

Tomohom, suluthebat.id – Setelah pelaksanaan Upacara Peringatan HUT Republik Indonesia ke-79 di Stadion Babe Palar, Pemerintah Kota Tomohon memberikan penghargaan khusus kepada salah satu warganya yang istimewa, Oma Agustin Pitoy, yang lahir di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945.

Tak hanya tanggal 17 Agustus 1945, lebih menariknya lagi, Oma Agustin Pitoy lahir tepat pukul 10.00 WIB. Di mana pada pukul itu dicatatkan dalam sejarah sebagai detik-detik proklamasi. Dicatatkan bahwa pada 10.00 WIB itu, Sukarno membacakan proklamasi kemerdekaan kepada seluruh bangsa Indonesia.

Atas hal itu, pemerintah Kota Tomohon mengangkat Oma Agustin sebagai warga istimewahnya. Oleh karena itu, pemerintah Kota Tomohon memberikan penghargaan.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wali Kota Tomohon, Caroll Senduk, didampingi Ketua TP PKK Tomohon, Jeand’art Senduk Karundeng.

Oma Agustin Pitoy, yang kini berdomisili di Matani 3, kecamatan Tomohon tengah, dianggap sebagai saksi sejarah hidup karena lahir tepat pada hari kemerdekaan Indonesia.

“Ini adalah momen yang sangat berharga dan penuh makna bagi kita semua. Oma Agustin Pitoy adalah simbol dari semangat dan perjuangan bangsa ini,” ujar Wali Kota Caroll Senduk.

Upacara HUT RI ke-79 yang berlangsung khidmat dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan pejabat setempat dan Kehadiran Oma Agustin Pitoy dalam upacara tersebut menambah keistimewaan peringatan hari kemerdekaan tahun ini di Kota Tomohon.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap warga yang memiliki keterikatan sejarah dengan momen kemerdekaan Indonesia. Oma Agustin Pitoy, dengan penuh haru, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan penghargaan yang diberikan.

Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan dapat terus memupuk rasa cinta tanah air di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, agar selalu menghargai dan menjaga warisan perjuangan para pahlawan bangsa. (jud)