Mei 31, 2026

Kerukunan Kawanua di Manokwari Ikut Pawai HUT PI ke-168

0

Manokwari, suluthebat.com- Kerukunan Kawanua di Manokwari, Papua Barat, melakukan pawai HUT Pekabaran Injil (PI) di Tanah Papua ke-168.

Pawai HUT PI di Tanah Papua ke-168 itu berlangsung di tengah kota Manokwari, Sabtu (4/2/2023).

Mengenakan pakaian adat Minahasa, Sulawesi Utara, mereka melakukan tarian Katreli saat melakukan pawai.

Ketua Kerukunan Kawanua Motoling Raya di Manokwari, Didi Sondakh, kepada Sulut Hebat.com mengatakan masyarakat sangat antusias merayakan HUT PI ke-168 ini.

Sondakh menambahkan Hari Pekabaran Injil juga disebut sebagai hari dimulainya peradaban baru di Tanah Papua.

Sebab saat itu, lanjutnya, tanah New Guinea yang sekarang disebut Papua masih tertutup atau dirundung kegelapan dalam semua aspek.

“Tapi, kini telah maju berkat pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah dan gereja,” ujarnya.

Sondakh mengajak masyarakat Papua agar di HUT PI ke-166 ini meninggalkan semua kesibukan dan kepentingan duniawi lainnya untuk datang beribadah kepada Tuhan.

Sondakh mengutip Roma pasal 1 ayat 16 yang berbunyi  Aku mempunyai keyakinan  yang kokoh  dalam Injil, sebab Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.

“Disini, Rasul  Paulus tidak mempunyai  pilihan lain  kecuali Injil  yang diberitakannya kepada semua jemaat  di Asia kecil dan Asia besar,” tuturnya.

Injil yang diberitakan, kata Sondakh, telah menerobos dan membaharui kehidupan umat percaya yang tadinya masih hidup  dalam kegelapan, terkukung,  terisolir, terpisah  jauh dari keramaian dunia luar, tetapi berkat Injil yang diberitakannya maka suku bangsa bangsa, termasuk suku bangsa Yunani  menjadi percaya  dan dipersatukan.

“Injil yang menjadi kekuatan Allah  adalah kebenaran yang absolute  yang tidak berubah dan diubah  oleh dunia dan manusia, Hanya manusia dan dunia yang merusakkannya  sebab tidak mematuhi  dan mentaatinya dalam hidupnya,” ucapnya.

Menurut Sondakh, Injil telah merubah manusia di Papua.  Injil itu juga akan mengubah kondisi  rumah  dan keluarga kita jika kita dengar kepada Injil Yesus Kristus.

“Ingat, Injil yang diberitakan sepanjang zaman sebab ada kelahiran dalam rumah tangga dan keluarga. Sebab itu,  jagalah ketahanan rumah tangga dengan ketangguhan jiwa yang tidak mudah ditemukan oleh  godaan murah dari si raja penggoda didunia yaitu iblis bapa pendusta itu,” ungkapnya.

Dikatakan, Injil adalah kekuatan  dan pagar tembok rumah tangga.

Utuk itu, tempatkanlah dalam bathin dan taruhlah di ambang  pintu rumahmu supaya menyinari  setiap anggota keluarga untuk melakukannya dalam hidup setiap hari dan bertindak dengan hati hati sehingga tidak mudah menjadi manusia jahat.

“Injil tetap kekuatan Allah selamanya di dalam hidup dan kehidupan  kita dan dalam keluarga Kerukunan Kawanua di Manokwari. Selamat merayakan Hari Pekabaran Injil ke 166,” pungkas Sondakh. (Vidi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *