Jadi Daerah Terbaik Tangani Stunting di Sulut, drg Jeand’arc Karundeng Presentasikan Upaya Pemkot Tomohon

Tomohon, suluthebat.id – Upaya Pemerintah Kota Tomohon di bawah komando Walikota Caroll Senduk dalam menangani masalah stunting pada masyarakat, memberi hasil.
Terbukti, upaya-upaya tersebut dapat menekan jumlah kasus atau jumlah penderita.
Hal itu diakui oleh Pemerintah Provinsi yang menaruh perhatian penuh dalam penanganan masalah kesehatan itu di Sulawesi Utara.

Atas upaya dan dorongan serta inovasi juga inisiatif yang dikerjakan oleh Pemkot Tomohon, sehingga Kota Tomohon berhasil menurunkan angka stunting hingga 10,5 persen dari sebelumnya 13,7 persen.
Penurunan yang cukup drastis tersebut menjadikan Kota Tomohon sebagai sebagai salah satu kota dengan progres tertinggi di Sulawesi Utara (Sulut).
Capaian membanggakan tersebut diumumkan pada penilaian kinerja penurunan stunting tahun 2024 di Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (28/5/2024).
“Syukur pada Tuhan, angka prevelensi Stunting Kota Tomohon boleh berada di angka 10,5% terbaik pertama di Sulawesi Utara dan boleh berada dibawah target Nasional sebesar 14%,” kata Walikota Caroll Senduk.
Ia mengatakan bahwa sistem kerjasama antar dinas terkait boleh menghasilkan angka 10,5%.
“Padahal target kita ada di angka 12%. Tentu pencapaian ini juga bisa tercapai akibat kerjasama masyarakat yang aktif melaporkan dan ikut terlibat dalam penyelesaian stunting di kota kita,” ujar Walikota Caroll Senduk sembari memberi apresiasi dan terimakasih kepada semua yang terlibat dalam kerja kerja itu.

Sementara, pada kegiatan penilaian kinerja penurunan stunting tahun 2024 di Provinsi Sulawesi Utara itu, Walikota Tomohon dan Ketua TP-PKK Kota Tomohon drg. Jeand’arc Senduk- Karundeng mempresentasikan upaya yang dilakukan dalam menekan penurunan stunting itu.
Ketua TP-PKK Kota Tomohon yang juga Mantan Kepala Puskesmas yang saat ini menjadi Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Kota Tomohon drg Jeand’arc Senduk- Karundeng memberi presentasi yang berjudul: Pelaksanaan Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kota Tomohon.
Ia mengatakan, langkah strategi penurunan stunting di Kota Tomohon adalah sinkronisasi program-program kegiatan dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Diantaranya :
• Penguatan dan peningkatan kompetensi serta kapasitas SOM para kader yang ada (pelatihan, workshop, orientasi, advokasi, dan komunikasi).
• Kemudahan akses layanan kesehatan berupa POKBANG (kalompok penimbangan) dimana Balita ditimbang langsung di rumah yang orang tuanya berhalangen. langsung ke Posyandu, PSC 118 (Penjemputan pasien dan rumah menuju pusat kesehatan). Kunjungan langsung petugas kesehatan ke rumah pasien
• Kegiatan Strategis Penurunan Stunting :
Intervensi Sensitif :
- Program Air Bersih dan sanitas Bantuan
- pangan non tunai Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
- Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
- Program Keluarga Harapen (PKH)
- Bina Keluarga Balita (BKB)
- Program Kampung Pangan
- Program Pembinaan Keluarga Berencana
- Program Pemberdayaan dan Peningkatan Kesejahteraan Keluarga
- Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat
- Program Peningkatan Diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat
- Pelaksaan Monitoring dan Evaluasi lain
• Intervensi Spesifik :
- Promosi dan Konseling Menyusul ASI Ekslusif
- Promosi dan Konseling Pemberian Makanan perda Bayi dan Anak (PMBA)
- Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan
- Pemberian Suplementasi TTD Ibu Hamil dan Remaja, serta Pemberian Kapsul Vitamin A
- Penanganan Masalah Gizi dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
- Tatalaksana Gizi Buruk.
• Inovasi Daerah Aksi MAPALUS ( bersaMA Pantau, tindAk Layani dan turUnkan Stunting) :
Memantau secara rutin perkembangan ibu Hamil KEK, Balita stunting serta keluarga yang beresiko stunting untuk tindakan selanjutnya
• Proses Inovasi:
- Pemetaan kasus Stunting,
- Perencanaan upaya penurunan stunting dengan memperhatikan intervensispesifik dan intervensi serisitif,
- Rapat kordinasi TPPS untuk penanganan masalah bumil KEK dan balita stunting.
- Pelaksanaan Inovasi: OPD memantau keluarga sasaran dan bertindak untuk melayani sesuat, kebutuhan keluarga yang bersangkutan (pemberian bantuan sosial berupa bahan makanan, pembinaan, penyuluhan can edukasi, perbaikanjamban sehat, pelayanan pemberian makanan sehat untuk balita stunting.
Di kegiatan itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O E Kandouw mengatakan, upaya menekan stunting di tiap daerah sudah dilakukan secara maksimal. Namun dari hasil penilaian, ada beberapa Daerah yang prevalensi stuntingnya mengalami kenaikan.
Ia mengharapkan, pihak terkait di Sulawesi Utara untuk lebih bersemangat dalam upaya percepatan penurunan stunting di Daerah se-Sulawesi Utara Terlebih Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan prevalensi stunting.
Sementara daerah yang sukses menurunkan angka stunting, Ia minta untuk tidak lengah dan tetap fokus.
“Masalah stunting harus lebih gencar dilakukan dengan melibatkan semua unsur terkait. Kita harus Lebih fokus lagi dan bekerja lebih keras,” ujar Wagub Steven Kandouw. (jud)
