Mei 26, 2026
Bunga Kota Tomohon Ramai di Pasar Amurang

Amurang, suluthebat.com – Bunga dari Kota Tomohon semakin masif terlihat dijual di beberapa daerah, terlebih khusus di Kabupaten Minahasa Selatan, tepatnya di Pasar 54 Amurang, Sabtu (31/12/2022).

Seperti biasa, suasana pasar di akhir tahun sangat ramai. Terlihat begitu banyak penjual memadati pasar dengan berbagai macam jualan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penjual bunga.

Bagi masyarakat, bunga diperlukan dalam beberapa hal. Selain untuk mendekorasi rumah maupun Gereja, bunga juga banyak dibutuhkan masyarakat dalam tradisi ziarah akhir tahun.

Hal itu dikatakan Steven warga Amurang, salah satu pembeli bunga yang dijual di pasar Amurang.

“Ini bunga untuk dibawah di pekuburan,” ucapnya singkat.

Seperti di beberapa daerah lainnya di Minahasa, tradisi ziarah di pekuburan di akhir tahun sudah menjadi hal yang rutin. Dalam melakukan ziarah, selain memasangkan lilin di malam hari, mereka juga membawa berbagai macam bunga.

Hal ini menjadi peluang bagi penjual bunga untuk memasarkannya.

“Kami sudah berjualan bunga di Amurang sini sejak tahun 2016. Tapi cuma khusus menjual di tanggal 24 Desember dan tanggal 31 Desember. Bunga-bunga ini dipasok dari Kota Tomohon,” ucap Fian Lakoy seorang penjual bunga asal Amurang.

Fian Lakoy, penjual bunga

Ia mengatakan, bunga-bunga tersebut di ambil langsung dari petani bunga di Kota Tomohon.

“Jadi ada beberapa jenis bunga yang torang jual di sini, ada krisan, aster, gladiolen, pikok, dan lain-lain ini,” ucapnya.

“Harga jual bunga rangkai sangat beragam tergantung jenis bunga dan besaran pot yang dipesan, pokoknya harga paling rendah 25 ribu dan yang paling tinggi 100 ribu hingga 150 ribu,” lanjut Fian.

Meski begitu ia mengatakan, daya beli tahun ini sedikit menurun dibandingkan dengan penjualan bunga di tahun-tahun sebelumnya.

Ia menduga faktor penurunan pembeli akibat ekonomi masyarakat yang mungkin juga sedang turun di tahun ini.

Luki Ibrahim, seorang penjual bunga lainnya juga mengungkapkan hal yang sama. Ia mengatakan ada penurunan daya beli tahun ini dibanding dengan tahun sebelumnya.

Ia mengatakan, sudah menjual bunga sejak lama di pasar Amurang ini, meski hanya berjualan secara musiman seperti di momen-momen seperti ini.

“Sekarang so banyak yang menjual bunga, mungkin ini salah satu faktor juga ada penurunan pembeli, karena pelanggan sudah terbagi,” ungkapnya.

Selain itu, menurutnya juga salah satu faktor menurunnya daya beli juga karena penataan pasar tahun ini yang kurang strategis.

“Saya berharap kepada Pemerintah setempat agar bole memberi ruang khusus bagi kami penjual bunga, karena keberadaan kami juga membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal digunakan untuk menghias ruangan dan juga sebagai kebutuhan untuk tradisi ziarah di pekuburan,” tutup Luki. (Jud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *