Bentrok di Kawasan Lingkar Tambang IWIP Pecah, Sejumlah Karyawan Jadi Korban Kekerasan

Weda, Suluthebat.com – Dua kelompok pemuda di kawasan lingkar tambang, tepatnya di Desa Lelilef Sawai, Kecamatan Weda Tengah, Halmahera Tengah, Maluku Utara, terlibat bentrok sejak Minggu (25/12/2022).
Kedua kelompok pemuda tersebut terlibat saling serang dengan menggunakan batu, potongan kayu, hingga parang.
Mereka juga memblokir jalan akses keluar masuk perkampungan, hingga mengakibatkan aktivitas warga setempat maupun karyawan pertambangan nikel PT IWIP yang sangat dekat dengan lokasi kejadian menjadi terganggu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian mencekam tersebut sudah sejak perayaan malam natal. Bentrokan diduga melibatkan dua kelompok masyarakat yakni kelompok masyarakat asal Ambon, Maluku dengan warga desa setempat. Berawal ketika pesta miras yang diduga dilakukan oleh oknum warga Ambon pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 WIT. Kejadian memanas setelah kelompok pemuda yang sedang pesta miras tersebut memukul salah seorang warga desa setempat yang menegur kegiatan sekelompok pemuda yang diketahui kelompok masyarakat Ambon yang sedang pesta miras tersebut.
Berawal dari pemukulan itu gesekan antar kelompok warga terjadi pada Minggu (25/12/2022) malam. Pertikaian antara warga setempat yakni warga desa Lelilef Sawai dengan warga asal Ambon pun pecah dan melibatkan puluhan orang, akibatnya dua orang terluka.

Konflik dua kelompok ini cepat menyebar hingga membangkitkan emosi warga Lelilef Sawai. Terbakar amarah, mereka bersih keras ingin melakukan aksi balasan terhadap warga Ambon yang melukai dua warga desa mereka.
Mereka menyerang balik kelompok warga asal Ambon, namun dihalau aparat TNI dan Polri yang langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian.
Pada pukul 23.00 WIT, warga Lelilef Sawai memblokade jalan dan membakar ban bekas. Warga Ambon yang terlibat bentrok mayoritas bekerja di kawasan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), kecamatan Weda Tengah.

Sejumlah karyawan di kawasan IWIP menjadi korban aksi kekerasan warga Lelilef Sawai. Mereka digebuk ketika aksi blokade jalan pada Senin pagi. Akibatnya karyawan di kawasan IWIP terlibat bentrokan dan saling lempar batu dengan warga Lelilef Sawai. Pertikaian terjadi karena akses jalan masuk menuju kawasan IWIP diblokade massa. Akibatnya karyawan tidak bisa masuk kerja.

Kemarahan ratusan karyawan ini memuncak ketika sejumlah rekannya menjadi korban pemukulan oleh massa. Bentrokan terjadi kurang lebih satu jam. Aparat keamanan berhasil menghalau karyawan kembali ke kawasan IWIP.

Kondisi di desa Lelilef Sawai benar-benar mencekam sejak Minggu hingga Senin siang. Kondisi keamanan mulai kondusif setelah aparat keamanan berhasil menghentikan aksi bentrokan warga dan karyawan.
Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Midi Siswoko mengungkapkan pihak kepolisian sudah mengantongi identitas pelaku dan langsung melakukan pencarian. Warga setempat turut membantu bergerak mencari pelaku pemukulan.
“Awalnya pencarian dilakukan perorangan, akhirnya menjadi kelompok. Ini yang membuat eskalasi keadaan,” jelasnya mengutip beritadetik.id, Senin.
Aparat TNI dan Polri sudah menangani bentrokan tersebut. Kondisi keamanan mulai kondusif dan aktivitas warga sudah kembali normal.
Warga Lelilef Sawai mendesak polisi segera menangkap pelaku pemicu bentrokan. “Sekarang kita mulai bergerak untuk menangkap pelaku,” tegasnya.
Midi mengimbau masyarakat tidak terprovokasi untuk mencegah bentrok kembali terulang. “Saya mengimbau masyarakat jangan gampang terprovokasi,” imbau Midi.
Sementara itu, Kapolres Halmahera Tengah, AKBP Moh Zulfikar Iskandar mengatakan pada Senin (26/12/2022), terkait karyawan yang akan berangkat kerja, pihak kepolisian sudah berkoordinasi dengan manejemen PT IWIP untuk tidak diberi peringatan (SP) atau mangkir kerja.
“Perusahaan sudah memaklumi dengan adanya kejadian tersebut dan perusahaan tidak akan memberi SP atau mangkir terhadap karyawan yang tidak kerja,” tandasnya. (Vil)
