Juni 18, 2026

Bahas Wisata Likupang, Gubernur Olly Hadiri Rakornas Lima DPSP di Jakarta

Jakarta, SulutHebat.com- Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (Rakornas Lima DPSP) di Jakarta, Rabu (1/12/2021). Kelima DPSP itu adalah Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Rakornas Lima DPSP ini mengangkat tema “Pemulihan Ekonomi Nasional melalui Transformasi dan Pengembangan Pariwisata Berkualitas secara Berkelanjutan”.

Menteri Kordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), mengatakan tema Rakornas tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan pariwisata dan pemulihan ekonomi pasca Pandemi Covid-19.

“Kita harus mampu mewujudkan pariwisata yang berkualitas dengan mengedepankan kepentingan bersama. Kita harus bekerja sama-sama, terlebih masih ada beberapa isu yang memerlukan perhatian pemerintah,” ujar Luhut.

Luhut menambahkan beberapa isu yang dimaksud mencakup penyelesaian lahan, terpusatnya lokasi wisata yang dikunjungi manca negara, serta pengelolaan lokasi wisata di Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.
Presiden RI Joko Widodo, kata Luhut, telah memberikan arahan agar DPSP diberikan dukungan

“Kita harus kerja nyata dan buktikan kalau kita bisa buat pariwisata yang berkualitas,” tegasnya.

Luhut menjelaskan bahwa bila DPSP berhasil diwujudkan akan berpengaruh besar bagi Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut, lanjutnya, percepatan pembangunan dan pemerataan perekonomian perlu memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan atau dengan kata lain dilakukan berlandaskan prinsip eco-tourism.

Ia menambahkan perlunya kerja tim yang baik dan kompak agar Indoneaia mampu menjadi negara yang luar biasa.
“Eksekusi itu kuncinya. Saya minta semua dilakukan secara detil,” ujarnya.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dalam Rakornas ini mengungkapkan sektor pariwisata sangat membutuhkan dukungan transportasi.

“Sektor pariwisata pun membutuhkan dukungan transportasi dan kemudahan akses, yang mana saat ini masih kami upayakan,” ungkap Budi.

Sementara Menteri Parekraf, Sandiaga Salahuddin Uno, yang bergabung secara virtual, menjelaskan bahwa pemerintah ingin memberikan kemudahan dan kenyamanan saat wisatawan berkunjung.

“Oleh sebab itu, kita perlu meningkatkan kualitas destinasi pariwisata menggunakan konsep kerja sama pentahelix, yang mencakup bidang akademik, media, pemerintahan, komunitas, dan bisnis,” ujarnya.

Hal ini mencakup beberapa aspek, seperti pengembangan destinasi, pemberdayaan masyarakat dan SDM, pengembangan industri dan investasi, pengembangan promosi, product development dan event, serta pengembangan ekonomi kreatif.

Turut hadir dalam rakornas hybrid adalah Menteri Kesehatan, Menteri Desa PDTT, Menteri Kesehatan, Menteri Investasi, Menteri ATR/BPN secara daring, Menteri BUMN secara daring, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Gubernur Sulawesi Utara, Gubernur Jawa Tengah, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Wakil Gubernur NTB, Staf Ahli Gubernur NTT.

Selain itu, juga hadir Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, perwakilan dari Kemenkeu, Kemensetneg, Setkab, Kemendikburistek, Kominfo, KKP, Bank Indonesia, jajaran Pemerintah Daerah, pengelola badan otorita, BUMN dan ekosistem digital. (kris)