Mei 13, 2026

Bawaslu Tomohon 𝘈𝘭𝘭 π˜–π˜Άπ˜΅ Pengawasan Coklit, Besok Bergerak Uji Petik

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kota Tomohon, Handy Tumiwuda.

Tomohon, suluthebat.id – Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kota Tomohon Handy Tumiwuda mengatakan pihaknya akan melakukan uji petik kaitan dengan pelaksanaan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih yang sedang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tomohon.

Uji Petik di Coklit ini, kata Handy Tumiwuda, bertujuan untuk mengawal hak pilih masyarakat.

“Kami Bawaslu menyampaikan dan mengarahkan kepada jajaran kami, mulai dari Panwascam (Panitia Pengawas Kecamatan) ke PKD (Pengawas Kelurahan/Desa) untuk jalan ke rumah rumah, karena mungkin pada waktu pengawasan, ada PKD yang tidak dapat mendampingi Pantarlih (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih),” kata Tumiwuda kepada Wartawan saat ditemui, Senin (09/07/2024).

“Jadi kita akan jalan dari rumah ke rumah, memastikan apakah di rumah tersebut sudah di coklit. Apakah di rumah tersebut sudah menerima tanda bukti coklit. Kemudian apakah stiker sudah ada,” terangnya.

Lebih jelas Tumiwuda mengatakan, uji petik dilakukan untuk mengawal hak pilih, selain melihat data yang ada adalah data yang tepat dan akurat, tetapi juga memastikan apakah memang Pantarlih telah melakukan coklit, dan benar-benar sesuai prosedur.

Kata Tumiwuda, uji petik itu akan dilaksanakan tanggal 10 hingga 17 Juli 2024. Meski begitu, Ia mengatakan, Panwascam sebelumnya sudah mulai melakukan uji petik saat mulai berjalannya tahapan coklit itu.

“Tapi jadwalnya kami sampaikan tanggal 10 sampai 17. Dan di tanggal 17 itu kami akan melihat evaluasi, apa yang ditemukan di lapangan, supaya ada 7 hari sebelum selesai coklit,” ujarnya.

“Tahapan coklit kan KPU berakhir sampai tanggal 24 Juli. Jadi setelah tanggal 17 itu (selesai uji petik), 7 hari itu kami akan lihat. Kami evaluasi, kemudian data-data yang ada kita sampaikan. Jika ada temuan-temuan, misalnya ada dugaan pelanggaran administrasi prosedur, dari situ kita akan melakukan saran perbaikan,” jelasnya lagi.

Selanjutnya, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kota Tomohon itu menyampaikan, jika ada masyarakat yang belum di Coklit, agar dapat segera menyampaikan.

“Sampaikan saja kepada kami nanti kami akan sampaikan kepada Komisi Pemilihan Umum,” ujar Tumiwuda.

“Kami punya posko kawal hak pilih. Di situ bisa laporkan kepada jajaran kami. Ada pos kawal hak pilih di kota, ada pos kawal hak pilih di kecamatan juga ada di Kelurahan,” lanjutnya.

Selain itu, untuk pengawasan hak pilih, kata Tumiwuda, jajaran Bawaslu melaksanakan patroli pengawasan di lokasi-lokasi yang berpotensi bisa saja tak tercoklit. Misalnya di lokasi yang punya potensi orang orang pendatang.

Kata Dia, di perumahan perumahan, pasar, areal kampus, area perbatasan atau di tempat tempat usaha, yang biasanya ditinggali oleh orang orang pendatang.

“Ketika kami melaksanakan patroli, kami mengecek dan kami menyampaikan kepada masyarakat itu, supaya mereka dapat mendatangi misalnya PPS di kelurahan,” kata Tumiwuda.

Lebih lanjut Ia mengatakan, saat ini Bawaslu Kota Tomohon sudah fokus dalam pengawasan tahapan coklit. Sebab di minggu minggu pertama, tugas Bawaslu agak berat karena Verifikasi Faktual dan Coklit berjalan bersama.

“Kami memang pada saat coklit ini juga melaksanakan tugas tanggung jawab dan wewenang kami untuk untuk verifikasi faktual. Tapi (verfak) sudah selesai dilaksanakan, dan saat ini sekarang sudah saat rekap. Saat ini kami fokus di Coklit,” ungkap Tumiwuda.

“Mudah-mudahan teman-teman di panwascam dan PKD masih kuat untuk melaksanakan tugas-tugas ini,” sambungnya.

Ia mengatakan saat ini Bawaslu sudah all out dalam pengawasan Coklit.

“Bawaslu, Panwas, skarang melakukan pengawasan itu, semua personil, semua di jajaran, baik di sekretariat, di penanganan pelanggaran, sampai dengan divisi pencegahan, kami semua melakukan pengawasan, semua bergerak, semua jadi pengawas. Karena itu sudah menjadi tugas dan wewenang kami sebagai pengawas pemilu,” ungkapnya.

“Kami berharap Komisi Pemilihan Umum dalam pengawasan kami untuk coklit ini, pertama, prosedurnya tepat, yang kedua datanya akurat, yang ketiga dapat mengawal hak pilih masyarakat. Jadi masyarakat terkawal hak pilihnya,” kunci Handy Tumiwuda. (jud)