Mei 13, 2026

Wali Kota Caroll Senduk Hadiri Penyampaian Hasil Audit BPK RI, Presiden Apresiasi Penerima WTP

Jakarta, suluthebat.id – Bersama Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH menghadiri kegiatan Penyampaian Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) Atas Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara Tahun 2023.

Acara ini dilaksanakan di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Senin (8/7).

Ketua BPK RI Isma Yatun dalam acara penyerahan LHP LKPP Tahun 2023 kepada Presiden Joko Widodo mengatakan, hasil atas LKPP 2023 menunjukkan opini WTP yang merupakan opini WTP kedelapan sejak LKPP 2016.

Presiden RepuIik Indonesia, Joko Widodo dalam kegiatan itu, mengapresiasi BPK yang telah melaksanakan pemeriksaan keuangan negara. Nilainya, BPK terus meningkatkan profesionalismenya dalam tugas pemeriksaan.

Atas hal itu, Jokowi sapaan akrab Presiden Joko Widodo memberikan selamat kepada jajaran pemerintah daerah sampai pusat yang memperoleh penghargaan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) tahun ini.

“WTP itu bukan prestasi, tapi kewajiban kita semuanya. Kewajiban menjalankan, menggunakan sampai mempertanggungjawabkan APBN dan APBD, secara baik. Ini uang rakyat, uang negara yang pasti setiap tahun diaudit atau diperiksa,” ujar Presiden Jokowi.

Kata Presiden, berapa tahun ini, Indonesia menghadapi dunia penuh gejolak. Geopolitik, perang dagang kian memanas dan perubahan iklim. Pertumbuhan ekonomi global melambat. Krisis ekonomi melanda sejumlah kawasan. Akan tetapi, patut disyukuri bahwa, saat ini ekonomi dan politik Indonesia sangat stabil.

Ekonomi Indonesia tetap bertumbuh di atas 5 persen. Di kuartal pertama tahun ini, tumbuh 5,11 persen. Inflasi tetap terjaga.

“Untuk tumbuh lebih tinggi, makin kompetitif dengan negara-negara lain, kita harus lincah cepat dan taktis. Harus mampu memanfaatkan peluang sekecil apa pun,” terangnya.

Terkait itu, menurut Presiden Jokowi, akuntabilitas dan fleksibilitas harus berjalan secara seimbang.

“Tidak boleh terbelenggu pada rumusan, prosedur yang berorientasi kepada proses. Melainkan berani fokus pada hasil capaian yang manfaatnya dapat dirasakan rakyat serta membawa kemajuan bagi negara,” pungkasnya.

Diketahui, kegiatan ini juga dihadiri Wakil Presiden RI, Maaruf Amin, Ketua BPK-RI, Isma Yatun, pimpinan lembaga-lembaga negara, Kementerian, Gubernur, Ketua DPRD propinsi, Pimpinan BUMN, Rektor, Bupati, Wali Kota dan Ketua DPRD kabupaten kota seluruh Indonesia. Turut serta juga jajaran BPK RI bersama perwakilan seluruh Indonesia. (***/jud)