BMKG Ingatkan 29 Wilayah, BPBD Bitung : Waspada Gelombang Tinggi
MANADO, suluthebat.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini cuaca ekstrem di 29 wilayah Indonesia, sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung merilis peringatan dini adanya gelombang tinggi,
Peringatan dini cuaca ekstrem dari laman resminya, BMKG memprediksi 29 wilayah berpotensi hujan lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Sedangkan, dua wilayah diprediksi berpotensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.
BMKG menginformasikan, terdapat Sirkulasi Siklonik terpantau di Samudra Hindia barat Bengkulu, utara Kalimantan dan di Halmahera. Kondisi inilah yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari perairan Kep. Sangihe Talaud hingga Sulawesi Utara dan dari perairan Sulawesi Tenggara hingga Laut Seram bagian timur.
Daerah konvergensi juga terpantau memanjang dari Jambi hingga Bengkulu, pesisir utara Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah, perairan Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, perairan Pulau Sumba hingga NTB serta dari perairan Manokwari hingga Papua. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut, demikian dikutip dari tribunnews.com.
Sementara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengimbau masyarakat lebih waspada dengan kemungkinan cuaca ekstrem. Gubernur Olly Dondokambey mengingatkan warga lebih hati-hati berakfitas jika cuaca sedang tidak bersahabat. Dia meminta agar menghindari tiang listrik, bangunan tua, pohon besar, daerah rawan longsor dan gelombang tinggi di tepi pantai. “Harap lebih waspada dengan cuaca ekstrim saat ini. Kita mesti siaga dengan hujan disertai angin kencang. Selalu hindari tempat rawan bencana,” demikian pesannya.
Peringatan dini gelombang tinggi juga disampaikan Plt Kepala BPBD Kota Bitung, Fivy Kadeke, mengacu pada rilis BMKG Stasiun Metereologi Maritim Kota Bitung.“Ada beberapa perairan di Sulut yang harus diwaspadai akibat gelombang tinggi, utamanya kapal kecil agar lebih berhati-hati,” kata Fivy.
Perairan yang perlu diwasapadai karena tinggi gelombang berpotensi mengancam keselamatan adalah, Laut Sulawesi bagian Tengah dan Timur, Perairan Bitung-Likupang, Perairan Kepulauan Sitaro, Perairan Kepulauan Sangihe, Perairan Selatan Sulut, Laut Maluku bagian Selatan serta Perairan Utara Sulut. “BMKG memprediksi tinggi gelombang mencapai 1.25-2.50 meter dan berisiko terhadap kapal-kapal kecil. Demkian pula tinggi gelombang 2.50-4.0 meter bakal terjadi di Perairan Kepulauan Talaud dan Laut Maluku Bagian Utara ,” katanya. “Ini berlaku 20 Februari 2022 Pukul 08.00 Wita sampai 21 Februari 2022 Pukul 08.00 Wita,” tambahnya.
Sementara, BMKG Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diprakirakan terjadi pada 20 hingga 23 Februari mendatang. Curah hujan di tanggal itu diprediksi meningkat. “Prospek kondisi dinamika atmosfer menunjukkan adanya potensi peningkatan curah hujan di wilayah Sulawesi Selatan,” ujar Plt Kepala Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, Irwan Slamet.
Dijelaskan, Madden Julian Oscillation (MJO) berdasarkan analisis terkini sedang aktif di kuadran 3 lalu bergerak menuju kuadran 4 dan 5 (Maritime Continent). Selain itu anomali suhu muka laut di Selat Makassar bagian selatan, Perairan Selayar, dan Teluk Bone bagian selatan bernilai positif.
Kondisi demikian menambah massa uap air di wilayah Sulawesi Selatan. Kelembaban udara lapisan atas hingga ketinggian 500 mb diprakirakan dalam kondisi basah yaitu 70-100 %.
Dengan kondisi tersebut, maka diperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat meliputi Parepare, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Makassar, dan Takalar.
Kemudian di wilayah Sulawesi Selatan bagian tengah meliputi Soppeng dan Gowa. Sementara wilayah Sulawesi Selatan bagian selatan dan timur meliputi Jeneponto, Bantaeng, Bone bagian Selatan, Sinjai, Bulukumba, dan Kepulauan Selayar.
Selain itu, juga ada potensi angin kencang di pesisir barat, selatan, dan timur Sulawesi Selatan.
Kondisi ini juga membuat gelombang air laut di perairan sekitar Sulawesi Selatan naik. Gelombang dengan ketinggian Moderute Seu (Gel. 1,25 – 2,5 m) terjadi di Perairan Spermonde Makassar, Perairan Kepulauan Selayar, dan Laut Flores.
Sedangkan Gelombang dengan ketinggian Rough Sea (Gel. 2,5 – 4,0 m) terjadi di Selat Makassar bagian Selatan, Perairan Parepare, Spermonde Pangkep, dan Teluk Bone bagian Selatan. Irwan pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana hidrometeorologi pada periode 20-23 Februari nanti.(*)
