Agustus 11, 2026

Minahasa, suluthebat.com- Kabar baik buat para pecinta olaraga air atau yang ingin uji adrenali Arung Jeram, di kabupaten Minahasa tepatnya di desa Timbukar Kecamatan Sonder, memiliki arung jeram yang dinamakan Sungai Nimaga.

Hukuntua desa Timbukar  Denny Engka, mengatakan Sungai Nimanga dikenal oleh para atlet arung jeram profesional dan para hobi traveling.

Sungai Nimanga ini, kalau dari kota Manado di tempuh dengan kendaraan mobil kurang lebih 1 atau 2 jam perjalanan hingga tiba di lokasi.
Sungai Nimanga di pakai olaraga air
arung jeram di Sulut dan Indonesia
Karena sungai Nimanga memiliki arus yang sangat tinggi dan terdapat jeram jeram redah dan extrim untuk diarungi diarungi, mulai dari jeram  termuda dan jeram tersulit.

Sungai tersebut termasuk sungai yang memiliki rintangan cukup sehingga untuk bisa mengarunginya, diperlukan tenaga dan tidak bisa asal mendayung. Selain itu, ada strategi dan jurus yang harus dilakukan untuk mengarungi jeram yang ada.

“Saat mengarungi jeram-jeram Sungai Nimanga, anda tidak perlu takut sama sekali karena sebenarnya anda bisa melakukannya dengan aman, sekalipun belum pernah melakukannya sama sekali, asal  menggunakan peralatan komplit dan didampingi oleh pemandu profesional. Yang ada di desa Timbukar,” jelas Engka. Rabu (14/9/2022).

Selain itu, lanjutnya, jeram-jeram di Sungai Nimanga juga berarus tenang atau yang biasa disebut flat water sehingga meskipun kita terjatuh atau hanyut, proses penyelamatan bisa dilakukan dengan mudah.

Di desa timbukar ada tempat tempat  penyewaan Perahu untuk  ber-arung jeram
Dengan harga 250ribu per orang dan di pandu oleh pemandu profesional

“Untuk mengarungi jeram-jeram yang ada di Sungai Nimanga, membutuhkan waktu kurang lebih 5 hingga 6 jam. Meskipun relatif lama, Anda tidak akan merasa bosan karena olahraga arung jeram di Sungai Nimanga sangat menantang dan pemandangan di sekitaran sungai sangat indah. Sambil mengarungi jeram-jeram Sungai Nimanga, Anda bisa menikmati pepohonan hijau dan rimbun yang menyegarkan mata. Dan jika Anda beruntung, Anda bisa melihat monyet khas Sulawesi yang disebut Macaca Nigar serta Tarsius yang mungil,” ungkapnya.

(Vidi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *