Mei 31, 2026

Musrembang Kelurahan Ranomea Tahun 2023 Harap Tingkatkan Kemakmuran Masyarakat

0
Camat Amurang Timur Veky Sagai memimpin Musrembang Kelurahan Ranomea

Minsel, suluthebat.com, – Pemerintah Kelurahan Ranomea, Kecamatan Amurang Timur, Minahasa Selatan, menggelar Musyawara Rencana Pembangunan (Musrembang) yang dilaksanakan di teras Kantor Kelurahan Ranomea, Rabu (04/01/2023).

Kegiatan Musrembang itu dihadiri oleh beberapa utusan masyarakat di tiap-tiap lingkungan, termasuk tokoh-tokoh masyakat, dalam hal memberikan masukan ataupun usulan tentang apa yang menjadi perhatian untuk pembangunan di Kelurahan Ranomea.

Camat Amurang Timur Veky Sagai,SE yang turut memimpin langsung musyawara tersebut mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dalam rangka untuk menampung usulan masyarakat yang akan menjadi target pembangunan di tahun 2024, serta mempersiapkan apa-apa yang menjadi prioritas dan menjadi kebutuhan masyarakat yang ada di Kelurahan Ranomea.

“Sebenarnya seharusnya usulan masyarakat bukan hanya di bidang infrastruktur saja, tapi mungkin juga di bidang pertanian, bidang ketahanan pangan, atau di bidang pembangunan sumber daya lainnya. Hal ini juga dalam rangka untuk menghadapi krisis global,” ucapnya.

Veky Sagai SE

Menurut Veky Sagai, semua yang diusulkan masyarakat itu penting, tapi tidak semua yang diusulkan itu akan terealisasi. Sagai bilang, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui.

“Nanti torang akan mo angka lagi dan kawal di (musrembang) tingkat Kecamatan, tingkat Kabupaten dan tingkat Provinsi, dan mana yang akan menjadi perhatian. Kami tentu berupaya semua yang diusulkan masyarakat bisa terakomodir, tapi kita juga melihat kekuatan anggaran, apa lagi sekarang kita menghadapi krisis,” jelasnya

“Harapan Pemerintah Kecamatan, torang berusaha agar supaya apa yang diusulkan dan terelisasikan boleh menjadi kemakmuran masyarakat. Sebagai pemerintah, bersyukur. tapi semua yang diusulkan ini belum tentu terelisasi semua, tapi mana yang akan torang perjuangkan, muda-mudahan (terelisasi). Yang pasti semua akan diperhatikan,” kata Kepala Kecamatan Amurang Timur itu.

Senada dengan Camat, Lurah Kelurahan Ranomea Dries Kojansow juga mengatakan, usulan-usulan tersebut nantinya akan dibawah ke Musrembang tingkat Kecamatan, tingkat Kabupaten dan tingkat Provinsi. Ia bilang, disitu nantinya akan disaring lagi dan diputuskan mana yang akan menjadi prioritas.

“Intinya, Musrembang ini menjadi acuan pembangunan yang nantinya akan dilaksanakan di Kelurahan Ranomea, tapi nda semua juga tu usulan mo terealisasi,” ucapnya.

“Seperti Musrembang tahun lalu, hanya ada 3 hal yang diputuskan untuk dikerjakan di tahun ini, yaitu jalan kebun, balai kelurahan, dan air bersih. Tapi pembangunannya juga dilakukan secara bertahap,” ucap Dries.

Dries Kojansow

Selanjutnya Lurah Kelurahan Ranomea itu juga mengungkapkan hasil usulan sementara yang diajukan masyarakat pada Musrembang tahun 2023 ini untuk tahun anggaran 2024, antara lain :

  • Jalan Paving yang ada di Kelurahan sepanjang kurang lebih 360 meter. Terdiri dari 120 meter di lingkungan 12, 60 meter di lingkungan 4, 60 meter di lingkungan 3, 60 meter di lingkungan 5, 50 meter lingkungan 11, 10 meter di lingkungan 2.
  • Saluran air sepanjang 410 meter.
  • Jalan setapak 85 meter, terdiri 45 meter lingkungan 5, dan 40 meter di lingkungan 10.
  • Jembatan penghubung menuju Gereja Betlehem 8,5 meter lingkunga 12, dan
  • Gorong-gorong 3 meter lingkungan 12. Talud penahan jalan paving 60 meter lingkungan 12.

“Usulan ini akan dibawah ke musyawarah tingkat kecamatan nantinya. Berharap melalui Musrembang ini ada kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan fisik maupun non fisik,” ucap Dries Kojansow.

Sementara itu, Robby Polii salah satu warga masyarakat Kelurahan Ranomea, dalam musyawara tersebut mengharapkan agar pembangunan yang nantinya akan terlaksana bole tepat guna dan berasas manfaat bagi banyak masyarakat.

“Saya sekedar mengingatkan kepada Pemerintah Kelurahan, manfaatkan proyek lokasi yang menjadi prioritas, karna saya melihat ada lokasi yang lebih dibutuhkan masyarakat tapi tidak diperhatikan, malah ada jalan yang hanya digunakan oleh satu, dua orang, malah itu yang dibangun,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan itu, seluruh Perangkat Kelurahan, Jajaran Kecamatan, dan berbagai elemen masyarakat. (Randy/jud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *