Listrik Padam Belasan Jam, Warga Tondano Raya Mengeluh

minahasa,sulut hebat id : Pemadaman listrik selama satu hari yang terjadi di wilayah Tondano kabupaten minahasa
Hari ini kembali menuai protes warga. Sebagian mengeluh karena aktivitas mereka terganggu bahkan ada yang mengaku sudah bosan karena pemadaman ini sudah kerap terjadi di wilayah Tondano da sekitarnya.” Su pastiu (bosan) dengan lampu mati, baru beberapa bulan kemarin-kemarin, sekarang sudah terjadi lagi mau mandi setengah mati karena seng ( bisa) cok air, masak jua setengah mati karena semua butuh strom, lampu mati sampai berjam-jam,” kata warga
Pemadaman listrik yang sering terjadi di wilayah minahasa membuat masyarakat setempat merasa kecewa. Tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, gangguan ini juga berdampak serius pada perekonomian warga, khususnya para pedagang kecil yang bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan usahanya.
Keluhan ini sering terjadi karena pemadaman listrik sering terjadi tanpa adanya pemberitahuan jelas dari pihak PLN. Disampaikan warga setempat saat dikonfirmasi media mengatakan kalau daerah kami ini mamang langganan mati lampu.
bahwa pemadaman listrik membuatnya kesulitan menyimpan bahan makanan yang mudah rusak. “Kalau listrik mati terus, kulkas tidak berfungsi, bahan dagangan bisa basi. Kami jadi rugi,” terang warga ,
Tidak hanya pedagang, masyarakat umum juga mengeluhkan terganggunya aktivitas rumah tangga, seperti memasak, belajar anak-anak, dan kebutuhan penerangan di malam hari. “Kami sangat kecewa. Sudah sering mati lampu, tapi tidak ada solusi. Harapan kami, PLN segera memperbaiki pelayanan,
Masyarakat berharap agar pasoka listrik di masyarakat bisa lebih stabil agar masyarakat tidak merasa kecewa pelayanan PLN ini beberapa warga memilih menggunakan genset memberatkan karena membutuhkan biaya tambahan yang tidak sedikit.
Pemadaman listrik yang sering terjadi ini diharapkan segera ditangani agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas tanpa hambatan. Pihak terkait diharapkan segera memberikan penjelasan dan mencari solusi terbaik untuk permasalahan ini. ” tutur warga (V)
