Juni 27, 2026

Minsel, suluthebat.id – Terobosan pendidikan kembali ditunjukkan oleh SMA Negeri 1 Maesaan. Sekolah yang terletak di Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan ini menjadi satu-satunya SMA di bawah Cabang Dinas Pendidikan Minsel-Mitra yang menyelenggarakan ujian sekolah berbasis proyek untuk siswa kelas 12.

Langkah inovatif ini mendapat apresiasi langsung dari Koordinator Pengawas Wilayah Sulawesi Utara, Machson Kantale, S.Pd., M.Pd., yang turut hadir dan menjadi penguji tamu dalam sesi ujian hari kelima.

“Tentu ini terobosan yang sangat luar biasa. Meski berada di daerah, SMA Negeri 1 Maesaan tidak tertinggal dalam melakukan inovasi-inovasi pendidikan,” ujar Kantale kepada media ini, Selasa (22/04/2025).

Dalam ujian berbasis proyek ini, para siswa tidak hanya diminta menulis karya ilmiah, tetapi juga mempresentasikan hasilnya secara berkelompok di hadapan para penguji. Setelah itu, mereka diuji secara individu terkait pemahaman dan tanggung jawab mereka atas karya yang telah dibuat.

“Anak-anak dibimbing oleh guru sejak awal proses penulisan, hingga akhirnya mereka tampil percaya diri menyampaikan hasil karya mereka sendiri. Ini sangat bermanfaat untuk mempersiapkan mereka menghadapi dunia perguruan tinggi,” tambah Kantale.

Kepala SMA Negeri 1 Maesaan, Winsi Mahrita Lengkong, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari studi tiru yang telah dilakukan sebelumnya. Sekolah langsung menyusun rencana matang dan menjalankan inovasi tersebut sebagai bentuk pembaruan dalam sistem evaluasi siswa.

“Kami bersyukur atas dukungan dari banyak pihak, terutama dari Bapak Machson Kantale yang sudah berkenan hadir dan menjadi penguji tamu dari sesi 1 hingga 3. Terima kasih juga atas arahan dan masukan berharga bagi kami para guru,” ujar Lengkong.

Dengan model ujian seperti ini, SMA Negeri 1 Maesaan tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademis, tapi juga siap bersaing dengan bekal keterampilan komunikasi, berpikir kritis, dan kolaborasi—kompetensi penting di era pendidikan abad 21. (Pro)