Juni 17, 2026

Manado, Suluthebat.com – Salah satu keunggulan Sulawesi Utara (Sulut) adalah banyaknya panorama alam pegunungan yang indah nan asri.

Calon Wakil Gubernur (Petahana) Sulawesi Utara, Drs. Steven Kandouw mengatakan, Sulut memiliki belasan bahkan puluhan pegunungan dengan hutan yang terawat alami.

“Hal ini menjadiakan Sulut sebagai daerah dengan kekayaan alam yang sangat komplit. Selain alam bawah laut dan pantai yang indah, juga panorama alam pegunungan yang tak kalah indah,” ujar Steven Kandouw saat tracking di bukit kaki Gunung Soputan, Minahasa Utara, Sabtu (3/10/2020).

Steven Kandouw di lereng gunung Soputan

Kandouw pun menyebut sejumlah pegunungan di Sulut. Baik gunung vulkanis yang aktif, maupun yang tidak. Adapun gunung tertinggi di Sulut adalah Gunung Klabat yang terletak di Minahasa Utara dengan ketinggian 1995 meter dari permukaan laut (MDPL).

Kemudian gunung Batubulawan di Bolaang Mongondow Timur dengan ketinggian 1970 mdpl: Gunung Matabulawa di Bolaang Mongondouw Selatan dengan ketinggian 1964 mdpl; Gunung Gambuta di Bolaang Mongondouw Utara dengan ketinggian 1954 mdpl; Gunung Karangetang di Pulau Siau Soputan dengan ketinggian 1827 mdpl, dan masih banyak lagi gunung di Sulut.

“Termasuk diantaranya adalah Gunung Karangetang yang berada di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut). Gunung ini mengalami erupsi dan menunjukkan aktivitas vulkanik pada 2019,” tutur Steven Kandouw yang kembali mendampingi Calon Gubernur Olly Dondokambey di Pilkada Sulut, 9 Desember 2020.

Steven Kandouw yang dikenal hobi suasana alami, menilai kecintaan pada alam adalah anugerah yang sangat lekat dengan ketenteraman jiwa.

“Maka kita harus solid untuk menjaga alam. Dengan begitu banyak sekali manfaat yang kita dapat dari alam titipan tuhan ini,” lanjutnya.

Kandouw juga menyebut pegunungan yang indah tentunya memiliki potensi ekonomi parisiwata yang sangat besar.

“Maka dari itu, kawan-kawan. Mari kita solid. Jaga alam dan jaga lingkungan. Solid bersama ODSK (Olly Dondokambey-Steven Kandouw),” tegas Kandouw sembari mengacungkan simbol metal, tiga jari khas banteng.