Indahnya Toleransi: Lalang Rondor Malesung Hadiri Perayaan Chanukah Umat Yahudi
Forum Lintas Iman Sulawesi Utara (FLISULUT) mengundang perwakilan Lalang Rondor Malesung (LAROMA) untuk hadir dalam perayaan Chanukah umat beragama Yahudi di Sinagogue Haar Hashamayim, Tondano, Kabupaten Minahasa pada Minggu (5/12/2021).
Pada kesempatan itu, sebagai salah satu agama kepercayaan leluhur Minahasa, LAROMA diundang langsung oleh pimpinan agama umat Yahudi untuk turut hadir dalam perayaan umat Yahudi tersebut.
Iswan Sual selaku pimpinan agama kepercayaan leluhur Minahasa mengatakan bahwa dirinya merasa bangga karena boleh diundang untuk mengikuti perayaan umat Yahudi tersebut.
“Meski saya seorang penganut kepercayaan (agama) leluhur Minahasa (Malesung), namun Rabbi Yaakov Baruch tak enggan melibatkan saya dalam perayaan Chanukah, salah satu ritus penting umat beragama Yahudi. Saya kagum dengan inisiatif dari umat Yahudi di Sulawesi Utara yang proaktif dalam giat-giat toleransi dan merangkul umat beragama lain dalam mewujudkan lebih cepat soal moderasi berkeyakinan. Ini sudah kesekian kali “, ujar Iswan.
Selain LAROMA turut hadir juga perwakilan dari agama Kristen dan Bahai yang juga adalah salah satu agama asal Iran yang ada di Sulawesi Utara.
Sual juga menjelaskan bahwa dirinya berharap dengan adanya kegiatan ini, dapat menginspirasi bahkan merangkul semua agama dan kepercayaan yang ada sebagai bentuk kepedulian toleransi antar umat beragama
“Semoga kegiatan seperti ini berlanjut terus dan menginspirasi FKUB dalam merangkul semua agama dan kepercayaan. Bukan hanya enam agama yang difasilitasi, tapi semua agama dan kepercayaan, karena tak ada sebenarnya agama yang diakui atau tidak diakui. Karena di Sulut ada juga agama Bahai, Yahudi, Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Malesung, Musi, Masade) atau agama leluhur bahkan ada kelompok-kelompok yang seolah dimarjinalkan seperti Syi’ah dan Ahmadiyah. “, ucap Sual.
Dalam perayaan tersebut turut juga dihadiri oleh Bupati Minahasa Ir. Royke Octavian Roring, M. Si, yang diberi kesempatan untuk memasang lilin Shamas (pemimpin) yang letaknya di tengah dan setelahnya diikuti oleh perwakilan dari masing-masing agama dan kepercayaan yang ada. (Budz)
