Juni 17, 2026

Hadiri HUT ke-144, Maurits Mantiri: Adat dan Budaya Negeri Danowudu Harus Dilestarikan

Bitung, Suluthebat.com- Wali kota Bitung Maurits Mantiri (MM) yang juga sebagai Tonaas Wangko Um Banua didampingi Plh Sekretaris Daerah kota Bitung Forsman Dandel menghadiri peringatan HUT ke 114 negeri adat Danowudu yang dilaksanakan didepan kantor kecamatan Ranowulu kelurahan Danowudu kota Bitung, Rabu (11 Mei 2022).

Acara tersebut diawali dengan Ibadah syukur sekaligus dirangkaikan dengan pengukuhan seorang pemangku adat negeri Danowudu atas nama Herman Lontaan, menggantikan mendiang almarhum Benny Tengker pemangku adat sebelumnya.

Ibadah syukur dipimpin oleh enam dedominasi agama yang ada di negeri atau kelurahan Danowudu kecamatan Maruari berlangsung hikmat.

Wali Kota MM dalam sambutannya mengatakan, acara ini luar biasa. Karena kearifan lokal seperti ini masih terpelihara dengan baik.

” Kepara para pemangku adat, pemerintah setempat dan masyarakat, kiranya terus menjaga dan melestarikan hal- hal seperti ini agar tidak hilang atau punah,” kata MM.

Lanjutnya, kearifan lokal dalam adat suku Minahasa seperti ini, minum di bambu dan makan di daun pisang, adalah turun temurun dari para leluhur kita sehingga generasi kini harus menjaga serta melestarikan adat dan budaya yang ada di Kota Bitung.

Berbicara tentang adat dan budaya dinegeri Danowudu, MM ingat betul dengan sosok almarhum Benny Tengker sebagai pemangku adat negeri Danowudu yang punya andil besar terhadap kebudayaan Minahasa.

Wali Kota juga akan selalu mendukung yang namanya kegiatan budaya baik di negeri adat Danowudu kota Bitung Sulawesi Utara dan Indonesia.

” Maka dari itu lewat momentum HUT ke 114 negeri Danowudu, kenangan dan apa yang diwariskan para leluhur harus dilanjutkan sampai kapanpun juga. Kegiatan duka maupun kegiatan apapun identik dengan adat serta budaya, mulai dari menyanyikan lagu masr Danowudu, pemerintah kelurahan bantu sosialisasikan keseluruh tenaga harian lepas di wilayah Danowudu dan dibantu oleh pemangku adat dan masyarakat agar bisa diingat selalu dan dinyanyikan saat ada kegiatan suka maupun duka,’ kuncinya.

Turut hadir, Asisten 1 setda kota Bitung yang juga Tonaas Majelis Kebudayaan Minahasa (MKM) kota Bitung serta tamu undangan lainnya..(***/Vivi)