GMIM Maranatha Bitung Gelar Seminar Penelusuran Sejarah dan HUT Jemaat

Amurang, suluthebat.id – Jemaat GMIM Maranatha Bitung Amurang menggelar seminar penelusuran sejarah dan penetapan hari ulang tahun (HUT) jemaatnya, Jumat 5 April 2024.
Kegiatan ini digagas oleh Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) melalui Panitia Hari Raya Gereja (HRG) yang di dalamnya seksi penelusuran sejarah jemaat.
Dalam seminar penelusuran sejarah dan HUT Jemaat ini, Panitia menghadirkan Dr Ivan R B Kaunang sebagai narasumber dalam memandu penelusuran sejarah dan hari ulang tahun GMIM Maranatha Bitung ini.

Dr Ivan Kaunang, saat membuka pemaparannya menyebutkan dirinya sebagai narasumber hanya memberi pandangan tentang bagaimana menentukan sejarah secara teoritis dan metedologi. Sesuai bukti-bukti dan fakta sejarah.
“Selebihnya, jemaat sendiri yang menentukan dan memutuskan tanggal dan tahun HUT jemaatnya. Sesuai data, fakta dan bukti sejarah yang ada,” kata Ketua Bidang Arsip Sinode GMIM itu.
Diskusi seminar yang berlangsung hampir 3 jam ini, akhirnya membuka jalan. Panitia dan jemaat GMIM Maranatha Bitung bersepakat menetapkan hari ulang tahunnya yang diambil dari aspek historis, aspek budaya, dan aspek iman.

Ketua panitia HRG sekaligus panitia penelusuran sejarah dan HUT GMIM Maranatha Bitung Merry Lombogia-Togas mengatakan penelusuran sejarah gereja dulunya sudah ada panitia-panitia tetapi karena ada satu dan lain hal sehingga belum dapat ditetapkan.
“Saya sebagai ketua panitia atas nama teman-teman Panitia bersyukur karena di malam hari ini dengan hikmahnya Tuhan torang boleh tetapkan hari ulang tahun Jemaat Maranatha bitung ini,” ujarnya.
“Secara pribadi tidak bisa diukur itu kebahagiaan sukacita saya pribadi dengan adanya penetapan sejarah gereja di malam hari,” ungkapnya lagi.

Ia mengatakan, kegiatan penelusuran sejarah jemaat saat ini sudah dipersiapkan sejak penetapan dan pelantikan panitia hari raya gereja (HRG) jemaat tahun 2024 pada bulan Februari minggu pertama lalu. Kemudian, melalui panitia HRG, menyusun rencana kerja masing-masing seksi, salah satunya seksi penelusuran sejarah gereja. Dengan sangat antusias, sehingga semangat itu yang mendorong bisa sampai datang saat ini.
Ia kemudian mengungkapkan, dari hasil seminar melalui pemaparan narasumber dan diskusi bersama jemaat berdasarkan data serta fakta yang ada, HUT Jemaat GMIM Maranatha Bitung ditetapkan pada 13 Juli 1898.
Ia mengatakan, menurut kesepakatan bersama, penetapan tahun 1898 diambil dari data baptisan yang ada, melalui catatan penginjil E.W.G Graafland yang menuliskan ada 13 orang yang dibaptis di jemaat Bitung Amurang.
Kemudian bulan Juli diambil melalui aspek budaya Pengucapan Syukur. Dimana minggu ke dua Kabupaten Minahasa Selatan merayakan Hari Pengucapan Syukur.
Selanjutnya untuk tanggal 13 diambil dari jumlah orang menurut data baptisan yang ada yakni 13 orang. Selaras dengan bulan pengucapan syukur yang biasa dilaksanakan pada tanggal 14 atau minggu kedua Juli.
“Setelah ini, akan disosialisasikan ke jemaat, karena tadi sudah ditetapkan sesuai keputusan dan kesepakatan dan sudah diketuk oleh Ketua badan pekerja majelis jemaat. Jadi tinggal kita mengsosialisasikan ke jemaat,” ujar Merry Lombogia-Togas.
Sementara itu, Ketua BPMJ GMIM Maranatha Bitung Pdt Jean Novita Suoth MTh kepada media ini mengatakan, ini telah menjadi pergumulan bertahun-tahun jemaat GMIM Maranatha Bitung karena melihat banyak jemaat lain yang merayakan hari syukur ulang tahunnya.
“Puji Tuhan saat ini sudah ditetapkan tanggalnya. Proses panjang ini disyukuri karena memang campur tangan Tuhan. Dan memang tadi waktu berdoa buka, saya berdoa minta kepada Tuhan supaya ini malam bisa berhasil,” ucap Pdt Jean Suoth.
“Dan puji syukur karena campur tangan Tuhan semua boleh terjadi. Lewat menghadirkan dan mengirimkan Bapak Doktor Ivan untuk menuntun Jemaat sehingga mendapatkan tahun bulan dan tanggal yang akan jadi sejarah bagi generasi yang akan datang,” sambungnya.

Selanjutnya Pdt Novita Suoth berharap semoga dengan adanya penetapan tahun, bulan dan tanggal ini, Jemaat GMIM Maranatha Bitung semakin dewasa dalam beriman karena mengingat ternyata sudah ratusan tahun Jemaat ini berdiri.
“Jadi dengan mereka tahu bahwa mereka ternyata sudah tua dalam pekabaran injil dan berjemaat, kiranya dengan sendirinya kedewasaan beriman juga akan timbul dan lebih mengaktifkan diri dalam pekerjaan pelayanan injil dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan,” harap Ketua Jemaat GMIM Maranatha Bitung itu.
Selanjutnya Ketua BPMJ bersama Ketua Panitia mengatakan dengan ditetapkannya hari ulang tahun jemaat, tahun ini rencananya akan dirayakan.
“Rencananya tanggal 13 Juli tahun ini, kami akan laksanakan,” ucap Ketua Panitia Merry.

“Sekaligus (dilaksanakan) dengan penthabisan pastori tiga dan pastori dua,” sambung Ketua Jemaat Pdt Novita Suoth. (jud)
