Juni 17, 2026

Gelar Festival Seni Budaya Minahasa, IAKN Manado Didukung Sejumlah Komunitas Adat

Minahasa, suluthebat.com – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, selenggarakan Festival Seni-Budaya Minahasa. Kegiatan festival ini digelar di kawasan wisata budaya puncak Padies Kimuwu, Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sabtu (09/04/2022).

Festival yang menyajikan kesenian tradisi dan budaya adat di ujung jazirah utara selebes ini turut di dukung oleh berbagai komunitas diantaranya, Waraney Waya, Komunitas Penulis Mapatik, Institut Sejarah Budaya Minahasa (Sebumi), Pusat Kajian Kebudayaan Indonesia Timur (Pukkat), Kalelon-Makaaruyen (Kama), Mawale Movement, dan Padies Kimuwu.

Serta menghadirkan sejumlah pegiat dan pelaku kesenian tradisi maupun kebudayaan Minahasa dari berbagai sub-etnisnya, yang turut memeriahkan kegiatan ini.

Rektor IAKN Manado Dr. Jeane Marie Tulung, STh, M.Pd., menjelaskan diselenggarakannya kegiatan ini merupakan salah satu implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang pengabdian masyarakat.

Menurut Tulung, kegiatan ini merupakan upaya mewujudkan Visi IAKN Manado yaitu: “Terwujudnya cendekiawan Kristiani berperadaban Indonesia”.

“Kearifan lokal dalam perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah penting untuk dihargai guna menjaga identitas masyarakatnya. Ini merupakan suatu ciri masyarakat yang berperadaban Indonesia, yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya sehinggi tidak tenggelam dalam perkembangan zaman serta kemajuan IPTEKS (Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni),” ujar Rektor IAKN Manado itu.

Ia lanjut mengatakan, IAKN Manado yang hadir dan mengada di tengah-tengah masyarakat Sulawesi Utara, yang secara khusus berkedudukan di Minahasa, sangat menyadari tanggung jawabanya untuk menggali, mengembangkan dan melestarikan seni budaya tradisi.

“Hal ini didorong oleh suatu kesadaran, bahwa seni-budaya yang diwariskann sejak zaman leluhur kita harus dilestarikan dan dirawat,” ucap Tulung.

“Karena, sebagaimana kita menyadari bersama, bahwa dalam seni budaya tradisi ini terkandung nilai-nilai luhur untuk menjadi kearifan dan pengetahuan bagi masyarakat dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin pesat,” lanjutnya.

Rektor IAKN itu juga menjelaskan hal tentang ‘kecendekiawanan Kristen” dari Visi IAKN Manado itu, selain tentu nilai-nilai keagamaan yang mesti dihidupi, namun juga nilai-nilai budaya setempat yang harus terintegarasi dalam pengembangan intelektual, spiritual serta laku hidup.

Ia mengatakan, di lingkungan Kementerian Agama, di mana IAKN Manado menjadi bagian terus dikembangkan apa yang disebut moderasi beragama untuk toleransi dan hidup berdampingan secara damai antar umat beragama.

“Festival Seni-Budaya ini adalah bagian dari apa yang boleh kami istilahkan sebagai “Literasi Kultural” atau upaya menggali, melestarikan dan mengepresiasi kekayaan budaya kita,”

“Festival ini adalah juga ruang apresiasi dari kami, IAKN Manado, sebagai perguruan tinggi Kristen yang berdiri di atas Tanah Adat Minahasa. Kami sangat mengpresiasi kepeloporan, konsistensi dan kemandirian dari para maestro Seni-Budaya Minahasa. Bagi kami, para maestro ini telah berperan dalam melestarikan nilai-nilai luhur para leluhur kita melalui seni-budaya,” tambahnya.

Rektor Jeane Tulung dalam kegiatan itu mengatakan akan membuka dalam waktu dekat ini akan membuka beberapa program studi baru, dua di antaranya adalah Prodi. Etnomusikologi dan Prodi. Pariwisata Agama dan Budaya.

“Dua prodi baru ini tentu tidak lepas dari kekayaan seni dan budaya daerah kita ini. Pembukaan prodi-prodi baru tersebut bagian dari upaya kami menuju Universitas Kristen Negeri Minahasa. Mohon doa restu dari bapak/ibu, saudara/i sekalian agar upaya kami ini dapat segera terwujud,” pungkasnya.

Turut hadir hadir pula Gubernur Sulut yang diwakili Kaban Kesbangpol, Ferry Sangian dan Bupati Minahasa yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa, Steady Tumbelaka. (Jud)