Juni 26, 2026

Desak Kapolda Tangkap Penyebar Isu ‘Partai Coklat’, Tuuk: Framing Buruk Institusi Kepolisian

Picsart_24-12-08_14-32-16-200

Manado, Suluthebat.id – Istilah Partai Coklat (Parcok) akhir-akhir ini tengah ramai jadi perbincangan masyarakat.

Dimasa Pilkada serentak 2024, istilah ini terus menjadi wacana politik yang membuat publik bertanya-tanya siapa yang dimaksud dengan partai coklat.

Menanggapi isu hangat tersebut, Presiden LSM Peduli Pendidikan Sulut Julius Jems Tuuk saat ditemui awak media ini mengatakan, dirinya menilai istilah partai coklat sejatinya diciptakan oleh oknum dari kelompok-kelompok yang kalah dalam kontestasi Pilkada.

“Anda tidak bisa memenangkan pertandingan, anda membuat tuduhan yang macam-macam, jadi tuduhan mereka kemana-mana,” ucap mantan anggota DPRD Sulut dua periode itu.

Lantas, siapa yang dimaksud dengan partai coklat?

Ketua Aliansi Penambang Rakyat Sulut itu mengungkapkan, dirinya menduga istilah partai coklat ditujukan kepada aparat penegak hukum.

” Saya menduga, yang mereka maksud itu Kepolisian Republik Indonesia,” jelas Tuuk.

Oleh karena itu, Jems pun mendesak Kapolda Sulut untuk mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang secara masif menyebarkan isu-isu negatif tersebut.

“Saya mendesak Kapolda, bapak Irjen Pol Roycke Langie untuk mencari orang-orang yang memframing Polisi terlibat secara langsung dengan isu-isu intimidasi dan segala macam, untuk merusak demokrasi yang terjadi,” ucap Jems, Sabtu (7/12/2024).

“Segera tangkap orang-orang ini dan dimintai keterangan apa yang dimaksud dengan partai coklat, apa agenda politik mereka, supaya tidak merusak institusi ini,” tuturnya.

Apa lagi kata dia, pasca keberhasilan Yulius Selvanus (YSK) meraih suara terbanyak pada Pilgub Sulut 2024 ini kerap dikaitkan dengan partai coklat, dirinya membantah keras tuduhan-tuduhan tersebut.

Ia menilai, kemenangan YSK murni merupakan keinginan masyarakat Sulawesi Utara.

“Saya tidak mau kemenangan YSK dicemarkan dengan isu partai coklat, ini murni kemenangan rakyat,” lugasnya.

Lanjut Jems, penegakan hukum yang terus dilakukan Polri saat ini seharusnya mendapat apresiasi.

Dirinya menyayangkan, ditengah kinerja positif Polda Sulut dibawah kepemimpinan Irjen Pol Roycke Langie, dicemarkan dengan isu-isu yang merusak citra Kepolisian, dengan tujuan untuk menutupi berbagai pengungkapan kasus yang dilakukan saat ini.

“Yang saya tau masuknya bapak Roycke Langie di Polda Sulut, melakukan penegakan hukum, jangan sampai penegakan hukum ini ditutupi isu-isu negatif,” tutupnya. (Vil)