Bantu Korban Kebakaran Pasar Amurang, GMIM ‘Baitel’ Ranoiapo Buka Posko Bantuan

Amurang, suluthebat.com – Bencana kebakaran terjadi di pusat Kota Amurang, tepatnya di pusat pertokoan Amurang atau Pasar 54 yang berada diantara Kelurahan Ranoiapa dan Kelurahan Uwuran Satu, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan pada Jumat (30/09/2022) waktu tengah malam.
Dari informasi yang dikumpulkan, peristiwa kebakaran tersebut setidaknya, sebanyak 300 kios atau lapak pedagang yang dilahap oleh si jago merah.
Merasa peduli dengan bencana tersebut, Gereja GMIM “Baitel” Ranoiapo membuka Posko Peduli Bencana Kebakaran Pasar Amurang.
Pdt Foneke Tambuwun Kojoh, STh, sebagai Ketua Jemaat GMIM Baitel Ranoiapo mengatakan, posko tersebut dibuka untuk membantu warga maupun jemaat yang menjadi korban terdampak bencana kebakaran yang terjadi pada tadi malam.
“Untuk pertama, kami upayakan ini. Posko pengumpulan dana, untuk membantu mereka yang terdampak kebakaran, baik rumah tempat tinggal maupun tempat usaha ataupun ruko, selain itu, kami juga mengupayakan bantuan sembako dan kami juga membuka dapur umum untuk mereka, menyuplai makanan bagi mereka.” ucap Ketua Jemaat GMIM Baitel Ranoiapo itu.
“Tentu kami juga mengharapkan kasih dari masyarakat agar bole menopang usaha ini untuk diberikan kepada mereka (korban) karena banyak yang saat ini kehilangan tempat usaha maupun tempat tinggalnya,” lanjutnya.

Selain itu, Pdt Foneke Tambuwun juga mengatakan dengan posko peduli bencana tersebut juga diharapkan adanya bantuan lainnya yang dapat dikumpulkan, seperti pakaian, peralatan rumah tangga, dan kebutuhan lainnya yang nantinya akan diberikan kepada mereka.
“Nantinya juga oleh dana yang dikumpulkan ini, untuk membantu membangun kembali tempat tinggal mereka. Karena lokasi kebakaran itu juga ada lingkungan jemaat kami, yaitu jemaat kolom 21, dan kios-kios dari beberapa jemaat kami” ucap Pdt Foneke Tambuwun Kojoh, STh.
Diketahui, peristiwa kebakaran pasar Amurang itu bermula terjadi pada pukul 23.30 WITA. Sampai saat ini belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Setidaknya, ada 300 kios dan 1 Sekolah Dasar yang terbakar pada peristiwa kebakaran tersebut. (Jud)
