Juni 18, 2026

Ada yang Vaksinasi Demi Sertifikat Agar Lancar di Kelurahan

MANADO, suluthebat.com – Masih terdapatnya 12.716 warga Manado yang melewatkan vaksin dosis kedua, diduga sebagai efek penetapan pengurusan administrasi di instansi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado yang mengharuskan warganya mengantongi surat vaksin, minimal dosis pertama. Walikota, Andrei Angouw, dan Wakil Walikota Manado,Richard Sualang, pun mengingatkan masyarakat agar ikut vaksinasi dosis kedua sebagai langkah mencegah virus Covid-19.

Menurut beberapa warga yang ditemui suluthebat.com, banyak masyarakat yang datang ke lokasi vaksinasi, semata-mata hanya “berburu” surat keterangan atau sertifikat vaksin, karena mendapat informasi bahwa semua pengurusan administrasi mulai dari tingkat kelurahan, wajib menunjukkan bukti telah divaksin. Tanpa surat tersebut, kata mereka, warga tidak akan dilayani.

“Apalagi sekarang lagi musim penerimaan murid baru. Ada yang ikut vaksin hanya agar saat urus surat di kelurahan lancar-lancar saja,” ungkap seorang warga Malalayang, Kamis (15/7/2021) sore. Menurut pria yang menolak namanya dicantumkan ini, yang juga dibenarkan beberapa rekan-rekannya, tak hanya di kelurahan, informasi yang mereka terima, di instansi lain pun sudah mensyaratkan demikian.

Dengan fenomena seperti itu, menurut pria berprofesi sebagai tukang ojek ini,  banyak warga yang lebih mementingkan sertifikat vaksinnya dibanding manfaat vaksinasi itu sendiri bagi pencegahan penyebaran Covid-19.

Sementara, menurut Walikota Manado Andrei Angouw, sesuai data hingga 14 Juli 2021, masih ada 12.716 masyarakat yang sudah lewat jadwal vaksin kedua. Padahal, kategoritelah tervaksinasi secara penuh, adalah orang yang telah dua minggu sejak menerima vaksin kedua.

“Vaksin pertama masih sangat tidak cukup untuk melindungi diri dari virus Covid-19,” tegas walikota. Sampai akhir Juli, seharusnya ada 63.772 orang yang akan jatuh tempo jadwal vaksinasi kedua, mereka baru menerima vaksin pertama,” kata Andrei Angouw.

Karena itu Walikota Andrei Angouw menghimbau masyarakat tetap menyelesaikan vaksinasi hingga dosis kedua. “Mari kita lawan Covid-19 ini dengan vaksin secara penuh,” tambah Andrei Angouw.(dki/*)