KPU Bersama Pers Tomohon Bahas Tahapan hingga Problematika Pemilu

Tomohon, suluthebat.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tomohon menggelar Media Gathering bersama Insan Pers biro Tomohon, Rabu (13/12/2023).
Ketua KPU Kota Tomohon Albertien Grace Vierna Pijoh saat membuka kegiatan mengatakan Media Gathering ini adalah pertemuan yang kedua setelah sebelumnya pertemuan antara KPU dan Pers telah melaksanakan Coffee Morning.
“Pertemuan kali ini temanya Media Gathering. Sesuai namanya Gathering artinya berkumpul untuk membahas banyak hal. Mungkin ide-idenya, gagasan-gagasanya, ataupun masukan-masukannya,” ujar Pioh.
Selain itu Albertine Pioh juga membeberkan hal-hal yang sudah dikerjakan oleh KPU selama proses tahapan berlangsung.
“KPU Tomohon telah menjalankan berbagai tahapan, mulai dari tahapan pendaftaran Parpol di 14 Juni 2022. Kita ketahui bersama, dari 18 Parpol yang ada di Indonesia, Kota Tomohon hanya memiliki 17 Parpol, Karena ada Partai yang tidak memiliki kepengurusan di Kota Tomohon,” ujar Pijoh.
Kata Ketua Komisioner KPU Tomohon itu, dari hasil pemetaan KPU, saat ini Kota Tomohon memiliki 4 Dapil (Daerah Pemilohan) dan Kursi yang akan diduduki di DPRD Tomohon nanti berjumlah 25 Kursi. Kata Pijoh, di tanggal 4 November 2023 lalu, telah ditetapkan daftar calon tetap yang berjumlah 222 orang, yang berasal dari 12 Partai Politik.
Selanjutnya kata Pijoh, saat ini KPU sedang melaksanakan rekrutment KPPS, yang pendaftarannya dibuka dari tanggal 11 sampai 15 Desember 2023 ini.
“Petugas KPPS ini akan ditempatkan di seluruh TPS yang ada di Kota Tomohon, dengan jumlah 7 x 300 TPS Reguler tambah 1 lokasi khusus dalam hal ini di Lembaga Pemasyarakatan Anak/Perempuan,” jelas Pijoh.
Sementara itu, Drs Karel Nayoan yang juga merupakan senior dalam kepemiluan menjadi Nara sumber dalam Media Gathering ini memaparkan, dalam tiap tahapan KPU, pasti dihadapkan dengan berbagai problematika, untuk itu diperlukan kerja keras dari para petugas KPU untuk bisa menyelesaikan berbagai macam problematika yang ada.
“Sulawesi Utara menduduki ranking dua sebagai daerah dengan indeks kerawanan tertinggi dalam pemilu. Khususnya dalam hal money politic, serta keterlibatan ASN. Sekitar 70% masyarakat di Sulut merupakan pemilih transaksional,” ujar Nayoan.
“Justru itu, kami mengajak kepada para insan Pers untuk bantu melihat problematika problematika yang ada, agar masyarakat juga bisa mengetahuinya dan teredukasi,” sambung Nayoan.
Selanjutnya kata Nayoan, dalam proses tahapan Kampanye saat ini, KPU Tomohon terus berupaya menjalin sinergitas bersama Insan Pers dalam mengawal Demokrasi di kota Tomohon, mengingat peran media sebagai fungsi kontrol.
“Demokrasi tidak bisa jalan tanpa ada pers. Itu sebabnya pers menjadi salah satu pilar demokrasi,” tutup Nayoan.
Ikut pula hadir Komisioner KPU Tomohon lainnya masing masing Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Deisy Soputan, Ketua Divisi Data dan Informasi Rojer Datu, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan Youne Simangunsong, dan Ketua Divisi Perencanaan Arinny. (jud)
