April 20, 2026

Teknologi Biosaka di Tomohon Pertama Kali di Sulut, Banyak Manfaat Bagi Petani

Walikota Tomohon, Caroll Senduk, panen padi biosaka

Tomohon, suluthebat.com – Sektor pertanian menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tomohon dibawah kepemimpinan CSWL, hal itu sesuai visi misi dalam memajukan sistem pertanian dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan.

Dalam mengimplementasikan misi tersebut, Pemerintah Kota Tomohon mendukung penuh penerapan teknologi biosaka di sektor pertanian.

Walikota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk, S.H. dalam Bimtek Pembuatan Elisitor Biosaka dan Panen Padi Biosaka, yang dilaksanakan di Kompleks Persawahan Taratara Kecamatan Tomohon Barat, Senin (5/06/2023) mengatakan, biosaka artinya dari alam kembali ke alam.

“Ketika berbicara dari alam kembali ke alam, berarti teknologi yang diaplikasikan atau digunakan sudah jelas berasal dari alam dan ramah lingkungan,” ujar Caroll Senduk.

Walikota mengatakan, tujuan penggunaan bahan-bahan alami untuk pertanian tentunya akan mewujudkan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan, efisiensi biaya produksi, menghemat pupuk bahkan zero pupuk dan pestisida kimia, menyuburkan lahan, serta meminimalisir hama penyakit dan meningkatkan produksi pangan.

“Selaku Pemerintah Kota Tomohon, kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada kementerian pertanian melalui direktorat jenderal tanaman pangan, juga kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Sulawesi Utara yang selalu melakukan terobosan-terobosan baru dalam rangka pengembangan sektor pertanian di Sulawesi Utara, salah satunya adalah pembuatan dan pengembangan elisitor biosaka, yang merupakan terobosan di bidang pertanian yang sanggup memangkas penggunaan bahan-bahan kimia pertanian,” imbuh Senduk.

Penerapan biosaka di Kota Tomohon yang juga pertama kalinya di Sulawesi Utara, didukung penuh oleh Pemerintahan CSWL.

Menurut Caroll Senduk, penerapan teknologi ini sejalan dengan program pengembangan pertanian organik yang sedang dilakukan Pemkot Tomohon saat ini, untuk mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Walikota mendorong dan berharap petani dan kelompok tani di kota Tomohon dapat beralih penuh pada penggunaan pupuk organik dan teknologi pertanian yg memanfaatkan bahan-bahan organik seperti elisitor biosaka ini.

“Dengan demikian petani dapat merasakan dampaknya seperti efisiensi biaya produksi, menghemat pupuk bahkan zero pupuk dan pestisida kimia, menyuburkan lahan, meminimalisir hama penyakit dan meningkatkan produksi pangan,” pungkas Walikota Tomohon Caroll Senduk.

Diketahui, kegiatan bimtek Pembuatan Elisitor Biosaka dan Panen Padi Biosaka tersebut dilakukan secara webinar.

Narasumber dalam bimtek di Webinar itu Guru Besar ITB Prof. Dr. Ir. Robert Manurung, M.Eng. dan Penggagas Biosaka Bapak Muhammad Ansar.

Setelah kegiatan bimtek, dilakukan panen padi biosaka oleh Walikota Tomohon bersama Kepala Balai Perlindungan dan Pengajuan Mutu Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sulut Nova Sumolang S.P., M.Si., Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon Dr. Karel Lala, SP, M.Si., Koramil Tomohon yang diwakili Sersan Mayor Hofni Montolalu, Ketua Kelompok Tani Mandiri Ibu Rita Kambong dan Camat Tomohon Barat Rosevelty Kapoh, S.H. kemudian dilanjutkan dengan Pembuatan Biosaka.

Hadir secara virtual Dirje Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. Suwandi, M.Si., Dirjen Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Ir. Bambang Pamuji, M.Si., dan Plt. Kepala Dinas Pertanian & Peternakan Provinsi Sulut Wihelmina Pangemanan S.Pt., M.Si.

Hadir juga Kepala BPP/LPHP, Para Penyuluh dan POPT, Kelompok Tani Mandiri, dan Para Lurah se-Taratara Raya. (Jud)