Juni 1, 2026

BPBD Tomohon Siapkan Program Mitigasi Bencana untuk Kaum Rentan dan Aplikasi Sigab

Tomohon, suluthebat.com – Pemerintah Kota Tomohon terus berupaya melakukan terobosan dalam memberikan keamanan serta perlindungan kepada masyarakat terhadap keadaan darurat bencana melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepala Badan (Kaban) BPBD Kota Tomohon Henky Supit dalam kegiatan konfrensi pers yang difasilitasi oleh Protokol Komando Pimpinan (Prokopim) Sekertaris Daerah Kota Tomohon, Kamis (27/04/2023) di ruang rapat Sekdakot Tomohon, mengatakan, prioritas penanggulangan bencana yang terus diupayakan saat ini adalah tindakan pencegahan, yaitu mitigasi dan siap siagaan dalam menghadapi bencana.

“Dalam hal ini, bagaimana kita mengedukasi masyarakat dalam menghadapi ketika terjadi bencana,” ucap Supit.

Kaban BPBD Kota Tomohon itu mengatakan, saat ini ada program wanita tanggap bencana (Wantana), ia mengatakan ini adalah terobosan Walikota dan Walikota Tomohon Caroll Senduk dan Wenny Lumentut atas kepedulian terhadap kaum rentan.

Menurutnya, kaum perempuan adalah yang paling rentan terhadap dampak bencana, sehingga, kata Supit, program Wantana ini adalah bentuk perhatian Pemerintah Kota Tomohon kepada kaum perempuan. Karena paling banyak kejadian jika ada bencana perempuan itu ada di rumah. Untuk itu perempuan perlu dibekali dan diberikan pelatihan.

“Yang akan diupayakan mendapat edukasi bencana yaitu para kaum rentan, seperti peremuan, anak-anak, dan disabilitas. Pelatihannya akan digelar pada bulan juli 2023 mendatang untuk semua kelurahan yang ada di Kota Tomohon,”

Selain itu Supit mengatakan kedepan juga pihaknya akan menyiapkan sistem informasi penanggulangan bencana melalui aplikasi digital, yaitu aplikasi Sigab atau Siaga Tanggap Bencana.

“Aplikasi tersebut terus dikembangkan sehingga dapat beroperasi secara maksimal ketika sudah di-launching nanti,” kata Supit.

Dikatakannya, aplikasi inovatif ini akan berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika.

“Sehingga Informasi Kebencanaan dapat terintegrasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta stakeholder kebencanaan lainnya,” pungkasnya. (Jud)