Bangkitkan Semangat Nasionalisme, BPAN Tomohon Diskusi Peristiwa Merah Putih

Tomohon, suluthebat.com – Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Kota Tomohon menggelar kegiatan diskusi memperingati Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 pada Jumat, (17/02/2023) di Balai Kelurahan Tumatangtang Satu.
Kegiatan Diskusi Memperingati Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 tersebut mengangkan Tema : “Peristiwa Merah Putih 14 Feb 1946 dan Semangat Orang Tomohon”.
Ketua BPAN Tomohon, Belarmino Lapong mengatakan ini merupakan salah satu tugas organisasi BPAN. Ia bilang, selain tugas untuk mengadvokasi permasalahan masyarakat adat serta penggalian nilai-nilai kultural masyarakat adat. Tugas BPAN juga dalam penggalian identitas kedaerahan. Khususnya di Tomohon.
Belar menjelaskan bahwa Peristiwa Merah Putih 14 Februari ini, merupakan bukti eksistensi pemuda di Sulawesi Utara. Peristiwa ini menurut sejarah ternyata bukan hanya terjadi di Teling Manado tetapi di Tomohon juga. Tomohon pasca 14 Februari, menjadi pusat pemerintahan sipil serta militer NICA setelah Manado di bom oleh sekutu. Lingkungan seperti ini yg akhirnya membentuk pemuda-pemuda intelektual di Tomohon, menjadi penggerak gerakan nasionalisme pemuda Tomohon.
“Itu yang kami berusaha gali dan edukasi melalui diskusi ini,” ucap Belar sapaan akrab Belarmino Lapong pada Minggu (19/02/2023).

Belar menambahkan selain berdiskusi dan belajar bersama, potensi dan bakat dari kawan-kawan pemuda dan masyarakat adat ditonjolkan dalam kegiatan tersebut.
“Di BPAN PD Tomohon kami membentuk Sanggar Kanaramen yang di koordinatori oleh kawan Richard Ering. Sanggar ini tempat berhimpung kawan-kawan pemuda adat Tomohon yang mempunyai bakat dalam pelestarian seni budaya Minahasa,” kata Belar.
“Seperti pada waktu diskusi, kami isi dengan Kawasaran Pemuda Adat yang dipimpin oleh Pemuda Adat Josua Wajong dibantu oleh kawan-kawan pemuda adat dari Wanua Kayawu selanjutnya puisi oleh pegiat seni sastra sekaligus koordinator Sanggar Kanaramen BPAN Tomohon Richard Ering dengan judul Puisi Keke Ambilingan serta di tutup dengan persembahan tarian Mahzani oleh komunitas adat anggota Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Komunitas Adat Tou Sarongsong yang dipimpin oleh Stefanus Palendeng,” jelasnya.
Selanjutnya, koordinator Sanggar Kanaramen BPAN Tomohon Richard Ering mengatakan, ini merupakan bentuk kepedulian terhadap sejarah serta pelestarian seni budaya Minahasa di Tomohon.
“Kedepannya kami merencanakan akan ada Festival Pemuda Adat yang diisi oleh pentas seni budaya Minahasa,” ucap Ering.
Selain itu Bilarmino Lapong menambahkan bahwa setelah diskusi ini, selanjutnya akan ada pula diskusi serta seminar terkait sejarah daerah Tomohon dalam rangka kami mendukung program pemerintah Penulisan Sejarah Daerah Kota Tomohon.
“Ini bentuk komitmen kami dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon,” tutup Lapong.
