Kemenparekraf Jadikan Event Olahraga Strategi Tarik Wisatawan
JAKARTA, suluthebat.com — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan iven olah raga internasional berkelas dunia yang digelar di Indonesia menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan manca negara.
Kemenparekraf tahun ini manaretkan jumlah wisatawan tahun ini sebesar 7,4 juta. “Wisata berbasis olah raga menjadi salah satu target kita dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia,” kata Sandiaga, Kamis (26/1/2023).
Salah satu iven olahraga internasional yang akan digelar dalam waktu dekat adalah F1 Powerboat atau FI H20 World Series di Danau Toba, Sumatera Utara, akhir Februari mendatang. Menurut Sandiaga, ajang tersebut akan meningkatkan jumlah wisatawan, juga diharapkan ikut menggerakkan perekonomi andaerah.
“Bila semua berjalan sesuai apa yang telah dipersiapkan, akan menarik 25 ribu wisatawan, menggerakkan ekonomi setempat di Tanah Toba,” tambahnya. Selain kegiatan itu, Indonesia juga akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia FIBA 2023 yang diikuti delapan negara. Ada juga Piala Dunia FIFA U20.
Di Sulawesi Utara sendiri, Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara telah menetapkan Likupang North Sulawesi International Fishing Competition (LNSIFC) di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, dalam kalender tahunan. Beberapa iven lain berkelas dunia, juga sedang dimatangkan.
Bicara soal target wisatawan yang diharapkan dapat tercapai seiring dengan Piala Dunia U-20, Menparekraf mengatakan saat ini jajarannya masih mengalkulasi dengan cermat. Mulai dari persiapan, anggaran yang dikeluarkan, hingga target penerimaan devisa.
“Jadi ini betul-betul akan kita hitung secara cermat agar anggaran ini akan dikeluarkan tepat sasaran dan tepat manfaat,” katanya. Ia memperkirakan, penyelenggaraan wisata berbasis olahraga ini akan mendatangkan wisatawan hingga 100-120 ribu. Namun, angka tersebut masih akan terus bergerak tergantung dari jumlah pertandingan yang akan digelar.
“Devisa yang diterima diperkirakan angkanya di 5,9 miliar dolar AS secara keseluruhan. Dari sport tourism ini kita targetkan mungkin bisa mendapat sampai dengan 500 juta dolar AS,” ujar Sandi.(*)
