Juni 17, 2026

Gelar Evaluasi Penurunan Stunting di Tomohon, Mandagi Sebut Perlunya Tindakan Pencegahan

0

Tomohon, suluthebat.com – Pemerintah Kota Tomohon melakukan Rapat Koordinasi (Rakoor) dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting Kota Tomohon. Giat tersebut dilaksanakan di Terung Kabasaran, Kelurahan Kolongan, Kota Tomohon, Kamis (03/11/2022).

Pelaksanaan kegiatan ini difasilitasi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Tomohon, dan turut dihadiri Tim Leader Teknis Asisten Regional Ditjen Bina Bangda Kemendagri Sampatoro Laboro, bersama Ketua TP-PKK Kota Tomohon drg. Jeand’arc Senduk-Karundeng.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkot Tomohon, Drs Boy ODS Mandagi mewakili Walikota Tomohon Caroll Senduk SH mengatakan bahwa hal ini merupakan kegiatan Pemerintah Pusat dalam upaya penanganan stunting.

“Pada umumnya, stunting ini kan kekurangan gizi yang kronis pada anak-anak. Makanya ini menjadi program pemerintah pusat, sehingga ini harus dilakukan oleh pemerintah Kota Tomohon juga,” ucap Mandagi.

Ia lanjut mengatakan hal ini dilakukan Pemkot Tomohon karena sesuai data sebelumnya ada kurang lebih 13 kasus stunting di Kota Tomohon.

“Tapi memang sudah dari tahun yang lalu dan berlanjut dari awal tahun ini sudah mulai dilaksanakan program terkait penanganan penurunan stunting ini,” lanjut Mandagi.

Menurutnya, data untuk saat ini belum secara resmi, sehingga ia mengatakan perlu dilakukan update kembali sehingga bisa mendapatkan data yang valid terkait kasus penderita stunting.

“Yang dilakukan pemerintah kota dalam hal penurunan stunting ini menurutnya kita ada namanya intervensi secara langsung dan secara tidak langsung. Intervense secara langsung itu seperti dilakukan oleh dinas kesehatan, tapi yang tidak langsung juga itu dilakukan oleh berbagai perangkat daerah terkait,” ucap Mandagi.

Sehingga Ia mengatakan, diharapkan dalam waktu dekat, walaupun ini sudah ada penurunan kurang lebih 50 persen dari data 13 yang lalu. Yang terpenting adalah bagaimana melakukan penanganan pencegahan.

“Ini yang paling penting. Selain melakukan intervensi secara langsung maupun secara tidak langsung, yang paling penting adalah pencegahan. Sehingga apa yang sudah diupayakan pada penanganan penurunan kasus, tidak ada lagi ada penambahan kasus,” kata Mandagi.

“Yang pasti ini merupakan komitmen pemerintah dalam penurunanan stanting, karena ini persoalan yang sangat penting,” tutupnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan SKPD terkait serta Camat se Kota Tomohon. (Jud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *