Juni 17, 2026

Dipasang Garis Polisi, Kapolres Minsel Sebut Lokasi Jembatan Ambruk Masih Berbahaya

Amurang, suluthebat.com – Bencana yang diduga akibat abrasi pantai terjadi di kompleks boulevard Amurang, tepatnya di antara Kelurahan Bitung dan Kelurahan Uwuran Satu, Kecamatan Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Rabu (15/06/2022).

Untuk diketahui, fenomena abrasi pantai ini merupakan proses alam berupa pengikisan tanah pada daerah pesisir pantai yang diakibatkan oleh ombak dan arus laut.

Akibat dari bencana tersebut, jembatan yang menghubungkan antara Kelurahan Bitung dan Uwuran Satu ambruk dan tenggelam. Beberapa bangunan dan rumah warga pun ikut tenggelam, serta taman icon Minsel ikut lenyap.

Kapolres Minsel, AKBP C Bambang Harleyanto

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Minsel AKBP C Bambang Harleyanto menerangkan, kejadian tersebut sudah terjadi sejak pukul 14.00 Wita atau jam 2 siang tadi.

“Kejadian ini akibat abrasi laut, yang terjadi sejak pukul 14.00, sampai saat ini korban jiwa tidak ada, belum ada laporan, kami masih mendata dan memantau. Sementara untuk kerugian material masih dihitung oleh BPBD, kami hanya pengamanan dan evakuasi,” ucap Kapolres.

Sementara untuk evakuasi Kapolres Minsel itu mangatakan saat ini telah di bangun posko-posko pengungsian di beberapa titik.

“Posko pengungsian sementara dibangun, bertempat di dua lokasi, di Kelurahan Lewet, dan di Kompleks Gereja Sentrum Amurang, tepatnya di balai pertemuan Gereja Sentrum. Nanti di sana akan di sediakan dapur umum, disana nanti kita bekerjasama dengan BPBD, TNI/Polri, dan pihak-pihak terkait,” ungkap AKBP Bambang Harley.

Meski proses abrasi saat ini terpantau berhenti dan telah dipasang garis polisi, namun Kapolres Minsel itu mengatakan bahwa area tersebut masih berstatus bahaya sehingga Ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap siaga, dan bersama menjaga situasi agar tidak terjadi korban jiwa.

“Kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga jangan ada yang menonton di jarak dekat lokasi abrasi, sebab areal ini masih bahaya, maka saat ini kami kosongkan agar tidak ada masyarakat. mengantisipasi supaya tidak ada korban jiwa.,” tutup Kapolres Minsel itu. (Jud)