April 22, 2026

Tiga Hari Tertutup Longsor, Jalur Utama Trans Timor Sudah Bisa Dilalui Kendaraan

Kupang, suluthebat.com- Setelah tiga hari tertutup longsor sejak Jumat (17/2/2023) lalu, kini ruas jalan nasional Trans Timor atau Timor Raya tepatnya di Km72, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur akhirnya kembali bisa dilewati kendaraan.

Sejak Minggu (19/2/2023) pukul 18.00 Wita, jalur utama trans Timor yang menghubungkan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang dengan empat kabupaten lainnya di Pulau Timor, termasuk negara Timor Leste itu sudah bisa dilewati pengguna jalan, kendaraan roda dua, dan kendaraan roda empat.

Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto, SIK., MH., mengatakan pihaknya menerapkan rekayasa lalu lintas dengan menerapkan sistem one way atau buka-tutup jalan untuk mengurai kemacetan.

AKBP FX Irwan Arianto menambahkan hanya mengizinkan kendaraan roda dua-roda empat, dan belum mengizikan kendaraan roda enam ke atas untuk melewati jalur tersebut.

Di Lokasi saat ini,kata Arianto,  disiagakan 7 unit excavator milik Dinas PUPR, PT Gudang Mas, PT Naka, PT Jaya Konstruksi, dan CV Widuri serta 1 unit buldoser milik Dinas PUPR.

Untuk mengeruk material longsor, lanjutnya, telah ditambah 8 unit mobil dump truk untuk melakukan pengangkutan material tersebut.

Meskipun sudah bisa dilewati, Arianto menghimbau para pengguna jalan untuk berhati-hati karena jalur yang dibuka bersifat sementara karena sedang dikerjakan.

Sebelumnya, Jumat (17/2/2023) terjadi longsor setinggi 20 meter menutupi  Jalan Timor Raya KM 72, Kelurahan Takari, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Longsor setinggi 20 meter itu mengakibatkan akses transportasi enam kabupaten/kota lumpuh total hingga warga harus mengungsi.

Enam kabupaten/kota itu antara lain kabupaten Malaka, Kabupaten Belu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, dan Kota Kupang.

Ratusan kendaraan terjebak macet hingga sejauh satu kilometer sejak Jumat malam.

Kendaraan roda dua, roda empat, dan roda enam dari arah Kota Kupang menuju Kabupaten Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, dan Malaka tertahan.Sejumlah penumpang bus yang terjebak macet, memilih turun dan berjalan kaki menyusuri hutan dengan medan berlupur.

Mereka melewati jalan alternatif dengan berjalan kaki sambil memikul barang bawaan sejauh satu kilometer.

Longsor di Jalan Timor Raya KM 72 itu juga mengakibatkan tiang listrik hingga rmah dan belasan ternak seperti babi, kambing, dan sapi milik warga RT 01, RW 01, Kelurahan Takari tertimbun material.

Longsor ini juga mengakibatkan 4 warga meninggal dunia.

“Kemarin sudah tiga jenazah yang berhasil dilewatkan melalui lokasi ini, ini hari tambah lagi satu jenazah. Total sudah 4 jenazah,” ujar Babinsa Takari, Serma Eben Dethan, Senin (20/2) hari ini.

Eben mengatakan dua dari tiga jenazah tersebut di antaranya berasal dari kabupaten TTS yang hendak diberangkatkan ke Kota Kupang sementara satu jenazah lainnya berasal dari Kota Kupang. (*)