Mei 2, 2026

Terungkap! Peran PLN Dalam Insiden Rombongan YSK Terjebak di Lift Bandara Sam Ratulangi

Picsart_25-02-17_16-14-01-502

Manado, Suluthebat.id – Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT Angkasa Pura I, Selasa (11/2/2025), pasca insiden lift macet yang terjadi beberapa waktu lalu.

Insiden tak mengenakan tersebut harus dialami Gubernur Sulut terpilih Yulius Selvanus (YSK) bersama rombongan setibanya dari Jakarta, saat hendak menghadiri kegiatan penetapan calon gubernur dan wakil gubernur terpilih pada pilkada 2024 oleh KPU.

Yulius Selvanus yang saat itu bersama Wakil Gubernur terpilih Victor Mailangkay, Wakil Bupati Minsel terpilih Theo Kawatu, Ketua Komisi I DPRD Sulut Braien Waworuntu dan Sekretaris Partai Gerindra Sulut Harvani Boky, terjebak dalam lift bandara selama kurang lebih 30 menit.

Ketua DPRD Fransiscus Andi Silangen yang saat itu bertindak sebagai pimpinan rapat mengatakan, lama durasi terjebaknya rombongan Gubernur Yulius Selvanus dalam lift bandara, dapat mengakibatkan seseorang kehabisan oksigen.

“Tertahan selama 30 menit itu akan mempengaruhi oksigenasi, otak bisa kekurangan oksigen dan mengalami pingsan,” ujar Silangen.

Mendengar hal itu, General Manager PT Angkasa Pura I Maya Damayanti langsung menyanggah terkait kabar durasi terjebaknya rombongan Gubernur terpilih Yulius Selvanus dan rombongan dalam lift bandara.

Ia mengatakan, berdasarkan laporan yang ia terima, kejadian lift bandara macet tidak sampai 30 menit.

“Kami meluruskan berdasarkan fakta-fakta dilapangan, tidak 30 menit pak, tapi 21 menit, kami ada datanya,” bantah GM Angkasa Pura I itu.

Dalam rapat yang digelar diruang rapat komisi III itu, Fransiscus Silangen pun mengungkapkan bahwa DPRD menerima kabar dimana pihak Angkasa Pura telah memberikan tanggapan dengan menyalahkan berbagai pihak dalam kejadian yang mencoreng nama baik Angkasa Pura tersebut.

“Dari angkasa pura menurut yang disampaikan ke kita, itu memberikan satu tanggapan bahwa itu kesalahan dari orang-orang yang membantu membuka lift dengan peralatan yang ada, misalnya pertama mereka merusak, dan katanya kelebihan muatan, ada laporan itu ya? Kalau tidak tolong di klarifikasi,” kata Legislator PDIP bergelar dokter itu.

Tak sampai disitu, Fransiscus pun mempertanyakan kabar tentang pernyataan dari pihak Angkasa Pura yang menuding adanya tanggungjawab PLN dalam insiden yang terjadi.

Menanggapi hal tersebut, Maya Damayanti pun menjawab dengan kembali membantah beberapa poin yang disampaikan Ketua DPRD Fransiscus Silangen.

“Kalau dari kami, saya mewakili manajemen tidak ada resmi dari kami yang menyatakan itu kelebihan muatan karena kondisinya memang tidak melebihi muatan, terus kedua yang membuka paksa mungkin itu bahasanya tersirat seperti itu, tapi intinya dari tim kami ingin menyampaikan bahwa untuk prosedur lift macet harusnya di prosedur manual itu diperbaiki secara sistem, mungkin itu,” urainya.

Mengenai tanggung jawab PLN dalam insiden tersebut, Maya menjelaskan kronologi dimana usai kejadian, tim teknisi Angkasa Pura melakukan pengecekan dan menemukan adanya indikator kode eror yang menyatakan safety over current yaitu ketidakstabilan tegangan arus listrik pada lift.

Berdasarkan fakta dilapangan sambung Maya, beberapa jam sebelum insiden lift macet yang dialami Yulius Selvanus dan rombongan, terjadi gangguan pemadaman listrik pada jalur khusus suplai listrik PLN ke Bandara.

“Yang khususnya pakai jalur kabel bawah tanah, terjadi pemadaman listrik, pukul 01.50 dini hari, dan ketika itu terjadi, suplai listrik bandara langsung di back up genset bandara agar terus beroperasi, karena kami masih ada penerbangan subuh,” ucap Maya.

Dia menambahkan, pukul 03.37 Wita suplai listrik bandara kembali diambil alih PLN.

“Akan tetapi menggunakan jalur biasa, yakni jalur SUTM atau saluran udara tegangan menengah yang merupakan jalur umum PLN yang digunakan bersama masyarakat sekitar bandara,” jelasnya.

Maya pun menuturkan, pada saat kejadian lift macet, suplai listrik ke bandara menggunakan jalur SUTM tersebut.

Sampai saat RDP bersama Komisi III digelar lanjut Maya, kondisi eror yang disebabkan gangguan listrik tersebut masih terjadi dan berpengaruh pada peralatan bandara yang menyebabkan 2 lift lainnya eror.

Tak hanya itu, kata Maya, kondisi eror pada kelistrikan bandara cukup sering terjadi.

“Kami perlu curhat juga pak, hal ini sering terjadi di kami, tahun kemaren malah ada 3 kejadian akibat PLN kedip, dan beberapa lift kami rusak sensornya,” tuturnya.

Ia pun mengatakan, saat ini Angkasa Pura telah menyurat ke PLN untuk meminta jaminan kontinuitas listrik bandara agar stabil, sehingga dapat memberikan pelayanan maksimal kepada pengguna bandara.

Maya pun lantas meminta kepada DPRD untuk dapat melakukan koordinasi dengan pihak-pihak lain yang terkait dalam menunjang pelayanan di bandara. (Vil)