Tayang November: Mariara Jadi Film Horor Paling Seram di Indonesia

Manado, suluthebat.id – Film Mariara kini mencatatkan namanya sebagai salah satu film horor paling menakutkan di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Mengalahkan ketegangan dari film legendaris Pontianak asal Malaysia yang diperankan oleh Maria, atau film lokal seperti yang dibintangi oleh Lisbeth Dotulong dari Minahasa Utara, Mariara menghadirkan atmosfer kengerian yang sulit ditandingi.
Dari sekian banyak film dengan genre horor-thriller di tanah air, Mariara yang akan tayang di jaringan bioskop XXI pada bulan November 2024 ini menawarkan sesuatu yang berbeda: kekuatan mistis yang begitu nyata. Isu ini menjadi sorotan ketika kabar mengenai tumbal di balik pembuatan film ini mencuat. Sebanyak tujuh kru dikabarkan meninggal dunia selama proses produksi, menambah aura mencekam di sekitar film ini. Yang lebih mengejutkan, salah satu tokoh spiritual yang membantu aktris utama, Mercy, dalam mendalami peran Mariara, juga turut berpulang.
“Tonaas di Tomohon adalah tempat di mana saya belajar segala hal tentang ilmu hitam dan putih. Saya benar-benar awam soal siapa Mariara itu. Setelah banyak belajar dari Tonaas, barulah saya bisa menghayati peran ini. Namun sayang, beliau kini sudah tiada,” ungkap Mercy.
Kematian mendadak para kru film ini sempat mengusik pikiran para anggota tim produksi lainnya. Beberapa di antaranya bahkan merasa perlu berziarah ke makam rekan-rekan mereka yang telah pergi, demi mencari kedamaian. Namun, sutradara Mariara, Veldy Umbas, dengan tegas membantah isu mistis yang beredar.
“Dalam proses pembuatan film, memang benar kami kehilangan tujuh kru. Tapi saya tegaskan, itu bukan karena mereka menjadi tumbal. Jangan percaya kabar yang beredar. Jika film ini tidak dikehendaki oleh Yang Maha Kuasa, maka tidak mungkin film ini selesai. Tapi Puji Tuhan, Alhamdulillah, film ini rampung dan sekarang ditayangkan di bioskop,” jelas Veldy.
Meski demikian, Veldy kembali menekankan bahwa kematian para kru tidak ada hubungannya dengan hal-hal gaib. “Beberapa kru memang sedang dalam kondisi sakit. Mereka meninggal karena penyakit, bukan karena syuting. Tidak ada kejadian seperti itu,” tambahnya dalam diskusi yang digelar di Gedung Wayang, Jakarta Pusat.
Mariara kini menjadi legenda baru dalam dunia perfilman horor Indonesia, bukan hanya karena kualitas ceritanya, tetapi juga kisah-kisah di balik layar yang membuat bulu kuduk merinding. (***)
