Sudah Diangkat Jadi Pahlawan Nasional, DPP Gerindra : Tak Perlu Minta Maaf ke Bung Karno

Jakarta, suluthebat.com– Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerakan Indonesia Raya, Ahmad Muzani, mengatakan Presiden RI-1 Ir.Soekarno telah diberi gelar pahlawan nasional. Oleh karena itu, tak perlu lagi meminta maaf kepada Bung Karno dan keluarganya.
Ketua DPP Gerindra Ahmad Muzani menyampaikan hal itu menanggapi Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah yang mengusulkan negara meminta maaf kepada Bung Karno yang dituding sebagai pengkianat ngara melalui TAP MPRS Nomor 33/MPRS/1967.
“Saya kira kemarin Presiden Jokowi sudah menyampaikan hal yang sangat penting bahwa Sukarno-Hatta sudah menjadi proklamator. Artinya Sukarno telah dianggap clear atas perlakuan itu. Seterusnya Sukarno juga sudah jadi pahlawan nasional pada tahun yang berbeda,” ujar Muzani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/11/022).
Muzani menjelaskan bahwa Tap MPR yang menyatakan bahwa Sukarno terlibat dalam G-30S/PKI telah dianulir.
Menurutnysa, hal itu sudah cukup untuk nama baik Sukarno.
“Artinya dengan beberapa tindakan-tindakan pemerintah tentang hal itu menurut kami telah cukup untuk men-clear-kan nama baik Bung Karno dan keluarganya,” ujar Muzani.
“Hal yang sama terjadi pada Natsir, Syafruddin Prawiranegara yang tadinya dianggap terlibat dalam PRRI ya, di Sumbar. Kemudian yang bersangkutan sudah dinyatakan pahlawan nasional dan memang berjasa dalam mempertahankan NKRI,” sambungnya.
Oleh sebab itu, menurut Muzani negara tak perlu meminta maaf kepada Sukrano serta pahlawan nasional lainnya yang sempat dianggap sebagai pengkhianat. “Karena itu pemerintah tak perlu meminta maaf pada keluarga Natsir, keluarga Syafruddin. Karena dengan begitu maka otomatis sudah men-clear-kan seseorang dari persangkaan yang dituduhkan,” ucap Muzani.
Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Desmond J Mahesa juga mempertanyakan soal usulan agar negara meminta maaf kepada Sukarno.
Menurutnya, ia tidak setuju jika pemerintah harus meminta maaf kepada keluarga Bung Karno.
“Habis itu negara disuruh minta maaf sama Sukarno ? Dari mereka untuk mereka, kentutnya mereka semua,” ujarnya.
Desmond menambahkan meminta maaf kepada keluarga Bung Karno hanya akan memenuhi ego dari keluarga Sukarno.
“Jadi melaksanakan maunya Megawati habis itu negara minta maaf lagi sama Sukarno, memang Sukarno tidak bermasalah ?”pungkanya. (*).
.
