Mei 13, 2026

Sri Mulyani : Korupsi Penyebab Utama Memburuknya Perekonomian Suatu Negara

0

Jakarta, suluthebat.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, korupsi adalah penyebab utama memburuknya perekonomian suatu negara.

Menurutnya, korupsi bahkan menjadi penghalang yang sangat signifikan bagi banyak negara baik negara berkembang, miskin, juga negara maju dalam menciptakan kemakmuran yang adil.

Menkeu menyampaikan hal itu pada Puncak Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Kementerian Keuangan Tahun 2022  Integritas Tangguh, Pulih Bertumbuh di Jakarta, Selasa (13/12).

Sri Mulyani menerangkan pengalaman banyak negara yang gagal mencapai negara maju disebabkan oleh middle income trap.

Middle income trap sendiri selain karena adanya masalah sumber daya manusia dan kebijakan ekonomi, lanjutnya, salah satu elemen paling penting karena negara tidak mampu mengelola ancaman korupsi di negara tersebut.

“Sehingga setiap kali maju, efek erosi dan korosif dari korupsi itu menggerogoti setiap upaya kemajuannya. Sehingga negara-negara ini terus menerus di dalam perangkat negara yang hanya setengah maju atau sedikit di atas posisi negara miskin,” ungkapnya.

Dijelaskan, elemen lain dampak korupsi yakni terciptanya inequality atau kesenjangan yang sangat timpang di mana terdapat sekelompok yang sangat kaya dan biasanya menguasai politik, ekonomi, dan sosial, namun mayoritas masyarakat banyak menghadapi kemiskinan.

Untuk itulah, kata Sri Mulyani, diperlukan kegiatan melawan korupsi.

Melawan korupsi, lanjutnya, adalah identik dengan kegiatan untuk menciptakan suatu kesejahteraan bersama yang adil.

Ia berharap, kegiatan melawan korupsi dilakukan setiap saat, tidak hanya diperingati dalam Hakordia.

“Kalau kita gagal membangun institusi yang basisnya adalah tata kelola yang baik, ada check and balance dan mampu untuk terus menekan kemungkinan terjadinya penyelewengan dan penyakit korupsi, kita sebetulnya di dalam perang untuk menjaga momentum perbaikan ekonomi untuk terlepas dari middle income trap,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *