Seorang Warga Papua Tanpa Identitas Jelas ini Ditemukan Tak Bernyawa di Bangsal Duka

Amurang, suluthebat.com – Warga Kelurahan Ranomea, Kecamatan Amurang Timur dikejutkan dengan penemuan mayat di lokasi bangsal duka, Senin (10/07/2023).
Dari keterangan pihak Kepolisian melalui Kepala Polsek Amurang Iptu J E Pajow mengatakan penemuan mayat di Kelurahan Ranomea Lingkungan VI tepatnya di depan bangsal duka dari Keluarga Sumendap-Poli, bernama Nikodemus alias Ale, laki-laki berusia 50 tahun, alamat tinggal sementara Kelurahan Ranomea.
Dari hasil gelar TKP kata Iptu Pajow, korban tidak memiliki indentitas jelas. Namun dari hasil penelusuran awal ini korban berasal dari Provinsi Papua dan tidak ada tempat tinggal, hidup luntang lantung.
Kata Iptu Pajow, berdasarkan keterangan dari saksi bernama Wem Pongoh, Masyarakat Kelurahan Ranomea mengatakan, sekira jam 07.00 Wita saat saksi akan membersihkan bangsal duka, saksi melihat korban tertidur di kursi plastik dan sudah tidak bernafas. Selanjutnya saksi memberitahukan kepada pemerintah setempat.
Sementara, saksi lainnya bernama Hendrik Poli mengatakan saat saksi diinformasikan bahwa di bangsal duka pada keluarga Sumendap – Poli ada mayat yang ditemukan dimana posisi mayat berada di kursi plastik dan posisinya tertidur, saksi langsung menuju ke TKP dan melihat korban.
“Lalu saksi mendekat dan melihat korban sudah tidak bernyawa dan untuk memastikan saksi meraba denyut nadi korban dan sudah tidak ada denyut nadi. Korban dipastikan sudah meninggal. Selanjutnya saksi memberitahukan kepada pihak Polisi,” ujar Iptu Pajow.
Iptu Pajow mengatakan, hasil bahan keterangan di TKP bahwa korban sudah meninggal saat di temukan, dan sudah berbau alkohol.
“Hasil bahan keterangan sementara, korban tidak memiliki keluarga. Korban biasa di panggil dengan nama Nicodemus alias Ale dan berasal dari Propinsi Papua dan sudah lama tinggal di Wilayah Minsel. Dugaan awal korban meninggal akibat mengkomsumsi alkohol,” ungkap Kapolsek.

Ia mengatakan tindakan Kepolisian adalah melakukan olah TKP, mencari saksi, membawa korban ke rumah sakit, membuat visum, mencari keluarga, koordinasi dengan pemerintah Kelurahan dan Camat Amurang Timur serta menyerahkan mayat tersebut.
Sementara itu Lurah Kelurahan Ranomea Dries Kojangsow kepada wartawan mengatakan, tadi pagi saat warga akan membersihkan dan merapikan area bangsal duka kedapatan seorang tergeletak di jejeran kursi. Setelah melihat, ternyata seorang tersebut telah tak bernyawa lagi.
“Tadi pagi setelah warga menginformasikan hal tersebut, saya langsung mengkoordinasikan ke pihak kecamatan dan kepolisian, untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Lurah Kojangsow.

Ia mengatakan, saat ini tidak diketahui pasti di mana korban tinggal, tapi ia mengatakan korban memang pernah tinggal lama di Kelurahan Ranomea dengan berpindah-pindah tempat.
Menurut keterangan warga, kata Lurah, korban terakhir diketahui tinggal di desa Silian Minahasa Tenggara, yang sebelumya juga tinggal di Desa Pinaling. Ia mengatakan kemungkinan Ia datang ke Ranomea untuk pesiar pengucapan, tapi berhubung ada kedukaan dia datang melayat ke rumah duka.
“Saat datang ke rumah duka kata warga, dia datang sendirian sekira pukul 03, tak lama kemudian dia tidur berbaring di kursi plastik, hingga pagi tadi ditemukan warga telah mengeras tak bernyawa,” ungkap Lurah.

Setelah dibawah ke Rumah Sakit Kalooran Amurang dan setelah dilakukan pemeriksaan medis, kata Lurah, jenazah langsung disemayamkan di Rumah Sakit yang difasilitasi oleh Pemerintah dan pihak Rumah Sakit.
“Saat ini jenazah telah dikuburkan dilokasi pemakaman Pemkab di area Terminal,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan rumah sakit. (Jud)
