Puluhab Ribu Anak Putus Sekolah, Jeane Laluyan Minta Pemerintah Beri Perhatian Serius

Suluthebat.id – Dalam rapat Pansus LKPJ DPRD Sulut, anggota Pansus Jeane Laluyan memberikan perhatian serius kepada anak-anak putus sekolah di Sulut agar mendapatkan bantuan pemerintah khususnya dari dinas pendidikan.
“Untuk dinas pendidikan, saya selalu teringat kepada anak-anak yang putus sekolah. Saya mengusulkan untuk mengadakan program di seluruh Kabupaten Kota, khusus untuk anak putus sekolah bisa ikut ujian kesetaraan pake C karena mereka bisa bekerja dan itu memerlukan ijazah,” Selasa, (14/4/2026) pada rapat Pansus LKPJ.
Usulan Jeane Laluyan tersebut pun langsung di respon oleh Kepala Dinas Pendidikan Femmy Suluh yang mengungkap jumlah anak-anak putus sekolah di Sulut.
“Sesuai data yang ada, anak-anak yang putus sekolah SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), dan SMA (Sekolah Menengah Atas) berjumlah 39.349 anak atau sekitar 1,3 persen dari total jumlah penduduk Provinsi Sulawesi Utara,” ucap Femmy.
Pada kesempatan itu, Femmy juga mengungkap alasan-alasan terjadinya putus sekolah bagi puluhan ribu anak-anak Sulut tersebut di mana salah satunya adalah keterbatasan ekonomi.
“Dari angka ini, kami lihat alasan mereka putus sekolah itu karena faktor ekonomi. Ada orang tua yang keterbatasan ekonomi, bahkan ada anak-anak yang tidak melanjutkan studi karena tertarik bekerja yang mereka pikir lebih cepat mendatangkan penghasilan,” jelas Femmy.
Tak hanya itu, faktor geografis dan infrastruktur juga mempengaruhi di mana adanya keterbatasan akses ke Sekolah.
Sementara, dinas Pendidikan terus mencoba melakukan koordinasi dengan Kabupaten dan Kota agar anak-anak putus sekolah bisa ikut ujian kesetaraan paket C melalui pusat kegiatan belajar masyarakat.
“Juga yang tidak tamat SD mereka ikut paket A dan yang tidak tamat SMP mengikuti paket B,” terang Femmy.
