Paula Runtuwene Soroti Peningkatan Jumlah Kematian Ibu dan Bayi

Suluthebat.id – Anggota Panitia khusus Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (Pansus LKPJ) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Julyeta Paula Runtuwene memberikan tanda bahaya ke Dinas Kesehatan Provinsi Sulut.
Anggota Pansus Julyeta Runtuwene menyoroti laporan Dinas Kesehatan yang menunjukkan bahwa adanya peningkatan yang sangat signifikan terhadap angka kematian ibu dan bayi di Kota Manado.
“Dari tahun 2024, tidak ada perubahan di tahun 2025, ini menunjukkan signal bahaya,” sorot Julyeta Selasa, (24/4/2026) pada rapat Pansus LKPJ.
Menurut Julyeta, hal itu bukan sekedar angka saja, tetapi bagaimana kegagalan sistem rujukan jika kematian terjadi di perjalanan atau sesaat setelah sampai di Rumah Sakit.
“Saya jujur gregetan. Sebagai perempuan, sebagai ibu, ini harus mendapatkan perhatian. Angka kematian ini dua kali lipat. Dari 210 naik ke 403 dan yang menyedihkan itu terjadi di Kota Manado sedangkan rumah sakit, puskesmas memiliki anggaran alkes (alat kesehatan) yang besar,” jelas Julyeta.
Julyeta menegaskan bahwa jika peningkatan angka kematian ibu dan bayi ada di Kota Manado, maka perlu dilakukan perhitungan berdasarkan Kecamatan atau Puskesmas.
“Saya minta maaf saya harus berbicara karena mengapa kok masih ada angka kematian yang begitu tinggi di Kota sebesar Kota Manado,” ucap Julyeta.
Julyeta pun makin emosional ketika Kepala Dinas Kesehatan memaparkan perbandingan angka kematian ibu dan bayi Provinsi Sulut dengan angka yang ada di tingkat nasional.
“Kita di sini tidak berbicara angka untuk membenarkan bahwa kita masih oke-oke saja. Tetapi yang mau ditekankan, mengapa kondisi itu masih terjadi. Kalau bisa kita audit setiap ibu dan bayi yang mati itu apa penyebabnya, kita cari akar permasalahannya,” tegas Paula. (Vil)
