Juni 27, 2026

Jakarta, Suluthebat.com – Sejumlah Pemerintah Daerah kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II, diiringi desakan sejumlah elemen masyarakat meminta penyelenggara tunda Pilkada 2020 demi menjaga kesehatan warga.

Terkait hal ini, Peneliti Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Hasin Abdullah membuat ulasan yang mementahkan usulan dan argumentasi soal penundaan Pilkada 9 Desember 2020.

Pilkada serentak 2020
Pilkada serentak 2020

Alasan Kenapa Pilkada Tak Boleh Ditunda

1. Ujian Imunitas Demokrasi
Meski Pandemi Covid-19 belum reda kita tak perlu patah semangat untuk menggelar Pilkada, dan jangan sampai membiarkan pesimisme berlarut-larut.

Melalui Pilkada ini, imunitas demokrasi tengah diuji sejauh mana penyelenggara dan konstituen dalam rangka mempersiapkan pesta demokrasi semaksimal mungkin.

Oleh karenanya, hal itu haruslah menjadi fokus utama di mana pun daerahnya yang akan menggelar Pilkada secara langsung.

2. Taati Protokol Kesehatan
Pandemi ini menjadi tantangan dalam membangun demokrasi yang lebih baik, sehingga penyelenggara dan pemilih pada umumnya dapat menggelar Pilkada apabila disiplin mematuhi protokol kesehatan.

3. Konsistensi Penyelenggara dan Kandidat
Pandemi bukan hanya ujian demokrasi dan penyelenggara, serta konstituen. Juga kandidat di panggung politik, sejauh mana mereka memainkan komunikasi politiknya dalam menarik simpati publik lewat proposal kebijakan yang telah dibeberkan.

4. Uji Keyakinan
Pilkada di tengah Pandemi, kini menjadi pelajaran berharga dalam negara demokrasi yang menjunjung tinggi kemaslahatan rakyat, dalam hal ini calon pemimpin atau calon kepala daerah yang akan terpilih haruslah lebih mengutamakan komitmen menjaga kesehatan rakyat (al-hifdz nafs).

Tentunya, terobosan demikian adalah hal yang paling ditunggu-tunggu publik.

5. Bukan Sebatas Administrasi
Pilkada bukan sekadar urusan administratif yang digelar lima tahun sekali, namun Pilkada merupakan instrument penting lahirnya seorang pemimpin yang dipilih langsung berdasarkan selera rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

6. Membentuk kedewasaan dan kematangan politik.

Oleh karena itu, pada konteks politik, Presiden Joko Widodo punya keyakinan besar tentang spirit keamanan menjelang Pilkada 2020.