Juni 28, 2026

Michael Umbas Desak Jokowi Reshuffle Kabinet

0

Jakarta, suluthebat.com –Ketua Umum Relawan Arus Bawah Jokowi (ABJ) mendesak Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle kabinet usai Presiden menggelar pertemuan dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/10) lalu.

Menurutnya, reshuffle ini wajar dilakukan akibat adanya gejolak politik setelah Partai Nasdem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres pada Pilpres 2024.

“Kalau (usulan) reshuffle lebih kepada konteks secara umum, artinya presiden kan punya sisa waktu yang pendek. Dengan dinamika dan gejolak politik yang sudah didahului oleh NasDem sangat wajar untuk langsung melakukan evaluasi supaya kan akan lebih terukur target-target sisa waktu pendek ini,” ujar Michael Umbas, Selasa (11/10/2024).

Dengan melakukan reshuffle cabinet, kata Umbas, maka cabinet akan fokus bekerja di sisa masa pemerintahan Jokowi. Sebaliknya, jika tidak melakukan reshuffle, tentu ada yang bekerja setengah –setengah.

“Mana yang masih akan fokus bekerja di pemerintahan ini dan mana yang setengah-setengah dengan lebih cenderung melihat kontestasi 2024,” lanjutnya.

Umbas menambahkan dengan mendeklarasi capresnya lebih dini berarti Nasdem menyatakan sudah bersiap diri berkontestasi di 2024.

“Yang sudah mendeklarasikan kan NasDem ya. Ini bukan urusan Anies atau tidak, mau siapa pun, tapi dengan mendahului berarti NasDem sudah menyatakan diri bahwa dia sudah mempersiapkan diri untuk langsung kontestasi Pilpres 2024,” katanya.

Umbas juga menilai pertemuan Presiden Jokowi dengan Megawati di Batu Tulis merupakan wujud komunikasi politik dengan parpol yang masih satu visi.

“Bagi kami relawan Arus Bawah Jokowi, ini adalah wujud komunikasi politik yang perlu terus dilakukan dengan koalisi partai yang masih satu visi. Pak Jokowi memberi pesan bahwa beliau sangat firm, solid dengan Bu Mega, ketika ada barisan koalisi yang sudah mulai berbelok arah,” katanya.

Dikatan,  Presiden Jokowi telah belajar banyak soal kenegarawanan Mega, terutama saat Mega mengalah untuk maju capres dan memberikan ‘tiket’ capres ke Jokowi di Pilpres 2014.

“Pak Jokowi juga telah belajar banyak dari sikap kenegarawanan Bu Mega yang tinggi, kesabaran revolusioner yang kuat dan teruji yakni ketika Bu Mega pada tahun 2014 mengalah menjadi capres meskipun beliau ketua umum partai. Untuk kepentingan rakyat, Bu Mega menyerahkan tiket capres PDI Perjuangan kepada kader terbaiknya, Pak Jokowi,” ujarnya.

Umbas menilai pertemuan kedua tokoh ini merupakan bentuk konfirmasi sikap politik Jokowi dan Mega selalu sejalan dalam bingkai ideologis. Oleh karena itulah, ia berharap Jokowi segera melakukan perombakan atau reshuffle kabinet agar pemerintah tetap solid hingga gelaran Pemilu 2024.

“Jadi pertemuan ini bagi kami bukan soal isu apakah membahas isu personal capres antara Ganjar atau Puan, tapi lebih dari itu yakni bentuk konfirmasi sikap politik Pak Jokowi dan Bu Mega selalu dalam bingkai ideologis, seiring sejalan, bukan pragmatisme atau kepentingan temporal,” katanya.

“Kami berharap Pak Jokowi segera melakukan konfigurasi ulang koalisi termasuk reshuffle dalam kabinet, agar pemerintah hingga 2024 tetap
solid, dan konsisten bekerja untuk rakyat, bangsa dan negara,”pungkas Umbas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *